- Home
- /
- New Economy
- /
- CSR
PLTS Masuk Sekolah, Pertamina NRE Jadikan Bengkalis Laboratorium Energi Bersih
Kredit Foto: Pertamina NRE
PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di SMPN 2 Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, melalui program Sekolah Energi Berdikari (SEB). Fasilitas tersebut tidak hanya mendukung kebutuhan listrik sekolah, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran energi terbarukan bagi 768 siswa.
PLTS yang dipasang memiliki kapasitas 2,2 kilowatt-peak (kWp) dan dilengkapi baterai berkapasitas 5 kilowatt-hour (kWh). Sistem tersebut dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas sekolah, termasuk kegiatan praktikum di laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Manager Corporate Communication & Stakeholder Management Pertamina NRE Susanto August Satria mengatakan program tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) perusahaan untuk memperluas pemanfaatan energi terbarukan di sektor pendidikan.
“Melalui Sekolah Energi Berdikari, kami ingin menghadirkan pemanfaatan energi terbarukan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Di lingkungan sekolah, kehadiran PLTS diharapkan dapat membantu mendukung aktivitas belajar mengajar sekaligus memperkenalkan pemanfaatan energi bersih kepada generasi muda melalui pengalaman yang dekat dengan keseharian mereka,” ujar Susanto.
Selain mendukung kegiatan belajar mengajar, instalasi PLTS tersebut juga dimanfaatkan sebagai media pembelajaran bagi siswa untuk mengenal penerapan teknologi energi surya secara langsung.
Program Sekolah Energi Berdikari di SMPN 2 Mandau memberikan manfaat kepada 768 siswa dan lima guru. Dengan adanya fasilitas tersebut, sekolah memperoleh akses terhadap sumber energi yang lebih ramah lingkungan sekaligus dapat mengintegrasikan pemanfaatan energi terbarukan dalam proses pembelajaran.
Kepala SMPN 2 Mandau Willyan Iswandi mengatakan keberadaan PLTS membantu mendukung operasional sekolah, khususnya kegiatan di laboratorium IPA.
“Kami sangat mengapresiasi program Sekolah Energi Berdikari yang hadir di SMPN 2 Mandau. PLTS ini membantu mendukung aktivitas di lingkungan sekolah, khususnya kegiatan pembelajaran di laboratorium IPA. Di sisi lain, siswa juga dapat melihat secara langsung bagaimana energi matahari dimanfaatkan menjadi energi listrik. Kami berharap fasilitas ini dapat terus memberikan manfaat bagi sekolah sekaligus menambah wawasan siswa mengenai energi terbarukan,” ujarnya.
Selain aspek edukasi, pemanfaatan PLTS juga berkontribusi terhadap efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon.
Pertamina NRE memperkirakan sistem tersebut mampu menekan emisi karbon hingga 2,25 ton CO₂ per tahun. Penggunaan energi surya juga diproyeksikan menghasilkan efisiensi biaya listrik sekitar Rp295.728 per tahun.
Data tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan energi terbarukan di lingkungan pendidikan tidak hanya mendukung proses belajar mengajar, tetapi juga berkontribusi terhadap upaya dekarbonisasi dan efisiensi penggunaan energi.
Baca Juga: Pertamina Genjot Kapabilitas SDM Demi Transformasi Bisnis Berkelanjutan
Baca Juga: Inovasi Bioenergy Lestari Antar Pertamina Raih Penghargaan Global dari UNGC
Baca Juga: Pertamina Perkuat Ekosistem UMKM Berbasis Budaya Lewat Kawan Nusantara 2026
Program Sekolah Energi Berdikari merupakan salah satu inisiatif Pertamina NRE untuk memperluas pemanfaatan energi baru dan terbarukan di berbagai sektor, terutama pendidikan. Melalui pendekatan tersebut, perusahaan mendorong sekolah menjadi ruang pembelajaran mengenai teknologi energi bersih sekaligus meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap transisi energi.
Susanto mengatakan perusahaan berharap keberadaan PLTS dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi sekolah sekaligus meningkatkan literasi energi terbarukan di kalangan pelajar.
“Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi SMPN 2 Mandau dan seluruh warga sekolah. Lebih dari sekadar menghadirkan PLTS, kami ingin mendorong tumbuhnya pemahaman bahwa energi terbarukan dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Dari sekolah, kami berharap semakin banyak generasi muda yang mengenal, memahami, dan nantinya turut mengambil peran dalam perjalanan menuju masa depan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan,” kata Susanto.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: