Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bukan Sekadar Jargon, IMIP Serius Terapkan ESG untuk Jaga Daya Saing Hilirisasi

Bukan Sekadar Jargon, IMIP Serius Terapkan ESG untuk Jaga Daya Saing Hilirisasi Kredit Foto: IMIP
Warta Ekonomi, Morowali -

Bagi PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), pengelola kawasan industri terintegrasi berbasis nikel, ESG (Environmental, Social, and Governance) bukan sekadar jargon melainkan strategi bisnis. Di atas lahan sekitar 4.000 hektare di Morowali, Sulawesi Tengah, IMIP mengoperasikan klaster industri stainless steel, carbon steel, dan baterai kendaraan listrik yang saling terhubung, sehingga limbah satu lini produksi dapat menjadi bahan baku lini lain, sementara efisiensi energi dan pemantauan lingkungan dapat dilakukan secara terpusat.

"Sejak tahun 2024, IMIP telah mengaplikasikan kerangka kerja ESG sebagai komitmen nyata perusahaan dalam penerapan standar tata kelola yang transparan, bertanggung jawab, dan aman," ujar Yulius Susanto, Deputi Direktur Operasional PT IMIP, Selasa (21//7/2026).

Menurutnya, ESG bukan hanya soal kepatuhan, tetapi arah strategis bagi seluruh departemen dan tenant dalam membangun kepercayaan publik. Komitmen tersebut ditopang oleh struktur tata kelola yang jelas, ESG Committee, ESG Office, dan ESG Team di masing-masing tenant, dengan pembagian peran yang memastikan tidak ada celah tanggung jawab. Seluruh implementasi berjalan melalui ESG Management System berbasis siklus Plan-Do-Check-Act (PDCA), selaras dengan roadmap ESG perusahaan hingga 2030.

Di sisi energi, IMIP mendorong transisi ke sumber yang lebih bersih secara terukur. Hingga akhir 2025, kawasan ini telah mengoperasikan 502 unit kendaraan listrik, termasuk dump truck dan berbagai alat berat, dan pada Mei 2026 kawasan menambah 207 unit bus listrik sebagai moda transportasi karyawan. Proyek energi terbarukan turut berjalan, antara lain pembangunan PLTS berkapasitas 200 MWp yang ditargetkan beroperasi pada 2027, serta pemanfaatan waste heat power generation, tenaga air, dan biomassa.

Dekarbonisasi juga diterapkan lewat sisi pasokan bahan baku. Head of Environment Department PT IMIP, Yundi Sobur, menjelaskan bahwa IMIP menetapkan kualifikasi pengadaan baja daur ulang (scrap steel) untuk menekan emisi karbon.

"Upaya ini meliputi pemanfaatan battery energy storage system, belt conveyor, slurry pipeline, serta pengembangan sumber energi ramah lingkungan," jelasnya, memaparkan pendekatan yang memadukan inovasi teknologi, efisiensi energi, transportasi rendah karbon, dan ekonomi sirkular.

Prinsip ekonomi sirkular turut diterapkan dalam pengelolaan limbah dan air. Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) beroperasi di tingkat kawasan maupun tenant, didukung Sistem Pemantauan Air Limbah Secara Terus-Menerus (SPARING) yang terintegrasi dengan platform Kementerian Lingkungan Hidup, sehingga kualitas air dapat dipantau secara transparan dan real-time. Pada periode Januari-Mei 2026, IMIP mencatat pemanfaatan limbah organik dan anorganik sebesar 30,8 ton, atau 5,6% dari total 549 ton timbulan limbah, dengan komposisi 74,68% organik, 10,26% anorganik, dan 15,06% residu.

Aspek sosial turut menjadi perhatian melalui berbagai program kemasyarakatan, mulai dari layanan kesehatan gratis dan donor darah hingga empat kali setahun, baik di dalam maupun luar kawasan, hingga edukasi pencegahan kebakaran dan keamanan instalasi kelistrikan rumah tangga yang telah menjangkau puluhan desa dan ribuan warga. "Kami memberikan fasilitas APAR gratis di kantor-kantor desa, layanan mobil Damkar dan ambulans untuk respons cepat jika terjadi bencana," kata Johny Semuel, Head of Department OHS PT IMIP.

Baca Juga: Serap Ratusan Ribu Tenaga Kerja, IMIP Terus Pacu Perekonomian Sulawesi Tengah

Baca Juga: Cerita Karyawan IMIP Temukan Titik Balik Karier di Tiongkok

Komitmen ESG ini semakin relevan seiring pemberlakuan Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) oleh Uni Eropa sejak Januari 2026, yang memperketat uji tuntas lingkungan dan hak asasi manusia bagi industri yang ingin menembus pasar ekspor utama. Untuk menjawab tantangan tersebut, IMIP menyusun laporan ESG secara komprehensif mengacu pada standar internasional seperti GRI, ISSB, Responsible Minerals Initiative (RMI), OECD Due Diligence Guidance, ISO 14064, ISO 14067, ISO 50001, serta prinsip PBB dan ILO, sekaligus mengembangkan Responsible Supply Chain Due Diligence System yang mencakup seluruh rantai nilai.

Transformasi menuju ekonomi rendah karbon disadari bukan tanpa biaya, karena memerlukan investasi sumber daya dan penyesuaian operasional. Karena itu, roadmap ESG IMIP diarahkan pada penguatan fondasi program CSR, riset dan pemetaan sosial yang komprehensif, penyelarasan dengan arah pembangunan daerah, serta penguatan kapasitas sosial dan ekosistem lokal. "Pada tahun 2030, kami menargetkan masyarakat yang tangguh, berdaya saing di tengah ekosistem sosial dan lingkungan yang lestari," ujar Yulius.

Sebagai bagian penting dari rantai pasok global industri baterai kendaraan listrik, IMIP terus memperkuat pengelolaan data ESG melalui sistem ketertelusuran (traceability) yang sejalan dengan standar global. Lebih dari sekadar cerminan hilirisasi nasional, IMIP menjadi ujian nyata sejauh mana industri besar Indonesia mampu menjawab tantangan yang kian kompleks, tetap kompetitif, dan diterima dalam rantai pasok global.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Fajar Sulaiman
Editor: Fajar Sulaiman