Indodana Raih Pendanaan Rp1,5 Triliun dari BCA untuk Ekspansi PayLater
Kredit Foto: (Istimewa)
PT Indodana Multi Finance (Indodana Finance) memperoleh fasilitas pendanaan senilai Rp1,5 triliun dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA) untuk memperkuat ekspansi layanan Buy Now Pay Later (BNPL) di tengah pertumbuhan industri pembiayaan digital yang masih tinggi.
Pendanaan tersebut akan digunakan untuk memperluas layanan Indodana PayLater agar menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai daerah melalui penguatan kapasitas pembiayaan digital.
Direktur Utama PT Indodana Multi Finance Mira Wibowo mengatakan fasilitas pendanaan dari BCA menjadi modal bagi perseroan untuk memperluas layanan pembiayaan secara berkelanjutan.
"Kami mengapresiasi kepercayaan berkelanjutan yang sudah diberikan oleh Bank BCA dan akan kami optimalkan dalam memperkuat ekonomi pembiayaan yang sehat dan berkelanjutan," ujar Mira dalam keterangan tertulis, Selasa (21/7/2026).
Menurutnya, tambahan pendanaan tersebut akan memperkuat kapasitas perusahaan dalam memperluas akses pembiayaan digital sekaligus meningkatkan jangkauan layanan kepada masyarakat.
Saat ini, layanan Indodana PayLater telah tersedia di lebih dari 180 kota dan kabupaten di Indonesia melalui jaringan merchant daring maupun luring serta berbagai mitra ritel.
Dari sisi pemberi dana, BCA menilai kerja sama tersebut sejalan dengan upaya memperluas inklusi keuangan sekaligus memperkuat industri pembiayaan digital nasional.
SVP Kepala Kantor Cabang Korporasi BCA Liliani Kurniawan mengatakan penyaluran pendanaan melalui platform digital menjadi salah satu cara untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan.
"Penyaluran pendanaan melalui digital platform seperti Indodana Finance menjadi salah satu cara yang bisa ditempuh untuk itu. Kami percaya, penyaluran pendanaan yang bertanggung jawab dari perusahaan terpercaya akan membawa dampak positif bagi masyarakat, sekaligus memperkuat fondasi industri pembiayaan digital di Indonesia," katanya.
Ekspansi Indodana berlangsung di tengah pertumbuhan industri BNPL yang masih mencatatkan kinerja tinggi. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), outstanding pembiayaan BNPL perusahaan pembiayaan mencapai Rp13,18 triliun pada Mei 2026 atau tumbuh 53,78% secara tahunan (year on year/yoy).
Meski demikian, OJK juga mencatat adanya peningkatan rasio pembiayaan bermasalah. Non-performing financing (NPF) gross BNPL perusahaan pembiayaan naik menjadi 3,44% pada Mei 2026, dari 2,99% pada April 2026. Kenaikan tersebut dipengaruhi menurunnya kemampuan bayar sebagian debitur.
Baca Juga: Sambut Tahun Ajaran Baru, Indodana PayLater Hadirkan Promo Cicilan 0% dan Diskon Kebutuhan Sekolah
Baca Juga: Gandeng BCA, ShopeePay Hadirkan Layanan Tarik Tunai Bebas Biaya di 20 Ribu ATM
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman mengatakan prospek industri BNPL hingga akhir tahun masih positif, meski pelaku industri tetap menghadapi tantangan dari kondisi perekonomian.
"Pembiayaan BNPL diperkirakan tetap tumbuh positif hingga akhir 2026, meskipun menghadapi tantangan antara lain dinamika perekonomian," ujar Agusman dalam jawaban tertulis.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri