Kredit Foto: Dok. Kemenkeu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) mengalami perbaikan signifikan setelah sebelumnya mendapat sorotan dan ancaman pembubaran jika tidak melakukan pembenahan.
Purbaya mengatakan, perbaikan dilakukan melalui penataan ulang jajaran pegawai dan penguatan kepemimpinan di lingkungan Bea Cukai. Menurut dia, para pejabat dan pegawai kini memahami bahwa keberlangsungan institusi tersebut bergantung pada kemampuan memperbaiki kinerja.
"Bea Cukai progresnya sudah amat baik. Kita sudah kocok ulang pegawai-pegawai di sana. Dan sekarang yang di pucuk-pucuk kepemimpinannya sudah orang-orang yang relatif baik, lebih baik," ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KITA, Selasa (21/7/2026).
Ia mengatakan, ancaman pembubaran yang sebelumnya disampaikan menjadi salah satu faktor pendorong perubahan di internal Bea Cukai.
"Mereka tahu kalau mereka enggak baik mereka akan dibubarkan. Itu yang penting," katanya.
Purbaya menyebut penerimaan dari sektor kepabeanan dan cukai mulai menunjukkan pertumbuhan. Menurut dia, penerimaan Bea Cukai saat ini tumbuh sekitar 7 persen.
Selain itu, ia mengklaim berbagai praktik ilegal seperti peredaran barang selundupan dan barang bekas ilegal atau balpres mulai mengalami penurunan.
"Kalau kita lihat di pasar balpres sudah berkurang banyak, barang selundupan sudah berkurang banyak," ujarnya.
Ia juga menyoroti peningkatan penindakan terhadap peredaran rokok ilegal. Menurutnya, strategi baru diterapkan agar pelaku praktik ilegal menghadapi risiko yang lebih besar.
Sebelumnya, kata Purbaya, penindakan hanya dilakukan terhadap barang ilegal yang ditemukan, sementara kendaraan pengangkut dan pengemudinya dilepas. Kondisi tersebut dinilai membuat biaya melakukan praktik ilegal menjadi rendah.
"Kalau ada truk bawa barang ilegal, yang ditahan cuma barang ilegalnya. Truknya dilepas, supirnya dilepas. Jadi cost untuk melakukan praktik ilegal murah," jelasnya.
Kini, pemerintah mengubah pendekatan tersebut dengan menahan kendaraan pengangkut hingga proses pemeriksaan selesai.
"Sekarang setiap truk atau kendaraan yang melakukan praktik ilegal ditahan dulu sampai clear. Tujuannya supaya cost untuk melakukan praktik ilegal menjadi mahal," kata Purbaya.
Purbaya meminta jajaran Bea Cukai di seluruh Indonesia memperkuat penindakan terhadap aktivitas ilegal. Ia bahkan meminta laporan mengenai jumlah kendaraan yang ditahan akibat membawa barang ilegal di berbagai wilayah.
Menurutnya, penahanan kendaraan pengangkut menjadi bagian dari upaya menciptakan efek jera bagi pelaku penyelundupan.
Sementara itu, perwakilan Bea Cukai menyatakan pihaknya telah meningkatkan intensitas penindakan sesuai arahan Menteri Keuangan, termasuk dengan menahan kendaraan pengangkut barang ilegal.
"Teman-teman Bea Cukai sangat aware dan concern dengan arahan Pak Menteri, termasuk terkait penindakan di bidang cukai. Kita lebih intensifkan untuk membuat efek jera," ujar perwakilan Bea Cukai.
Ia menambahkan, penindakan tidak hanya menyasar barang bukti, tetapi juga sarana pengangkut yang digunakan dalam praktik ilegal.
Purbaya juga mengatakan Presiden Prabowo Subianto mulai melihat adanya perkembangan positif di tubuh Bea Cukai.
Menurutnya, jika sebelumnya Presiden sempat menyampaikan wacana pembubaran, kini sikap pemerintah berubah karena melihat adanya perbaikan kinerja.
"Kalau dulu dia bilang bubarkan, sekarang dia pernah bilang di salah satu rapat kabinet Bea Cukai bisa diperbaiki dan harus bisa diperbaiki," ujar Purbaya.
Ia menilai pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa keberadaan Bea Cukai masih dapat dipertahankan selama mampu melakukan pembenahan.
"Jadi kemungkinannya sih Bea Cukai akan tetap bertahan," katanya.
Selain pembenahan internal, Purbaya menyebut Bea Cukai juga mulai memperkuat pengawasan dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Baca Juga: Bakal Banyak Barang Subsidi di Kopdes Merah Putih, Prabowo Larang Diperjualbelikan
Menurut dia, sistem AI tersebut diterapkan di pelabuhan dan terhubung dengan berbagai titik pengawasan Bea Cukai di Indonesia.
Ia mengatakan, dalam waktu dekat pemerintah akan memperlihatkan sistem tersebut kepada media sebagai bagian dari upaya menunjukkan modernisasi pengawasan kepabeanan.
"Untuk di pelabuhan kita terapkan AI yang cukup signifikan. Mungkin seminggu, dua minggu lagi saya akan bawa media untuk melihat software AI di lapangan yang digunakan di Bea Cukai," ujar Purbaya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: