Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Bakal Banyak Barang Subsidi di Kopdes Merah Putih, Prabowo Larang Diperjualbelikan

Bakal Banyak Barang Subsidi di Kopdes Merah Putih, Prabowo Larang Diperjualbelikan Kredit Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa seluruh barang subsidi pemerintah yang disalurkan melalui Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih tidak boleh diperjualbelikan. Kebijakan tersebut diterapkan untuk memastikan bantuan pemerintah diterima oleh masyarakat yang berhak sekaligus menutup celah penyimpangan dalam rantai distribusi.

Penegasan itu disampaikan Prabowo saat memberikan taklimat dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026). Menurutnya, barang subsidi merupakan hak masyarakat sehingga penyalurannya harus dilakukan secara tepat sasaran.

"Tiap koperasi akan menyalurkan semua barang-barang subsidi, barang subsidi adalah milik rakyat, tidak boleh diperdagangkan," ujar Prabowo.

Presiden menegaskan seluruh barang subsidi pemerintah nantinya wajib disalurkan melalui Kopdes Merah Putih. Dengan mekanisme tersebut, pemerintah berharap masyarakat yang benar-benar membutuhkan dapat memperoleh akses terhadap barang bersubsidi tanpa hambatan.

"Semua barang subsidi harus disalurkan kepada rakyat melalui Koperasi Desa Merah Putih. Harus, saya katakan ini harus. Barang subsidi rakyat tidak boleh diperdagangkan supaya yang membutuhkan, dialah yang terima," kata Prabowo.

Pemerintah menilai penunjukan Kopdes Merah Putih sebagai jalur distribusi resmi juga menjadi langkah untuk memutus praktik penimbunan barang dan rantai distribusi yang selama ini melibatkan banyak perantara. Berdasarkan catatan pemerintah, rantai distribusi yang melibatkan hingga lima pihak perantara dapat mengambil keuntungan sebesar 30 hingga 40 persen atau setara potensi penghematan sekitar Rp313 triliun.

Prabowo menyebut skema tersebut juga menjadi upaya pertama pemerintah membangun rantai pasok yang terhubung langsung dari pusat hingga ke tingkat desa.

"Untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia, pemerintah akan punya jalur, akan punya suatu pegangan rantai pasok, supply chain, retail chain, dari pusat sampai ke desa. Tidak bisa nanti ada barang langka, tidak bisa nanti ada menimbun barang di saat kritis, mau Idul Fitri barang langka, mau tahun baru barang langka," ujarnya.

Meski demikian, Prabowo mengakui operasional Kopdes Merah Putih yang baru berjalan sekitar satu setengah bulan masih menghadapi sejumlah kendala teknis, mulai dari pasokan listrik, jaringan internet, hingga infrastruktur pendukung lainnya.

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan uji coba penyaluran barang subsidi melalui Kopdes Merah Putih ditargetkan mulai dilaksanakan pada Agustus 2026.

"Mudah-mudahan nanti targetnya, ya katanya tadi kira-kira di Agustus ini akan dicoba," ujar Saifullah.

Dari kalangan akademisi, Guru Besar Ikopin University Sugiyanto menilai program tersebut memiliki potensi besar, tetapi keberhasilannya bergantung pada konsistensi pengelolaan koperasi, terutama dalam menjaga ketersediaan stok barang.

"Kalau melihat programnya ini adalah program yang sangat luar biasa. Kata kuncinya satu, konsistensi semua pihak," kata Sugiyanto.

Baca Juga: Prabowo Respons Kritik Kopdes Merah Putih: Baru 1,5 Bulan Berjalan, Masih Banyak Kekurangan

Ia mengingatkan agar pengelola koperasi memastikan kebutuhan pokok dan barang bersubsidi selalu tersedia sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan memperoleh barang yang dibutuhkan.

"Jangan sampai membeli di KDKMP nanti tidak ada, tidak tersedia karena kehabisan. Manajemen stoknya harus berjalan," ujarnya.

Saat ini sekitar 1.000 unit Kopdes Merah Putih telah beroperasi di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pemerintah menargetkan jumlahnya meningkat hingga sekitar 40 ribu unit di seluruh Indonesia pada akhir 2026.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat