Jeff Bezos Gabung Konsorsium Pembeli Saham Liverpool? Valuasi Tembus US$6 Miliar
Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Pendiri Amazon, Jeff Bezos, dikabarkan tengah didekati untuk bergabung dengan konsorsium investor yang sedang menjajaki pembelian saham minoritas Liverpool FC. Jika terealisasi, transaksi tersebut berpotensi menempatkan valuasi klub Liga Inggris itu di atas US$6 miliar atau sekitar £4,5 miliar, menjadikannya salah satu klub sepak bola paling bernilai di dunia.
Berdasarkan laporan Sky News, Bezos telah melakukan pembicaraan dengan konsorsium yang dipimpin mantan pemilik bersama Queens Park Rangers (QPR), Amit Bhatia. Namun, sumber yang mengetahui proses tersebut menyebut pendiri Amazon itu belum memastikan akan berinvestasi di Liverpool.
Konsorsium tersebut didukung keluarga miliarder baja asal India, Lakshmi Mittal. Untuk memuluskan rencana investasi ke Liverpool, Bhatia bahkan telah melepas kepemilikannya di QPR pada 21 Juli 2026.
Pemilik Liverpool saat ini, Fenway Sports Group (FSG), mengonfirmasi adanya pendekatan dari konsorsium tersebut.
“Konsorsium investasi yang dipimpin, dikelola, dan diwakili Amit Bhatia telah menyatakan minat untuk melakukan investasi strategis dalam bentuk kepemilikan saham minoritas di Liverpool Football Club,” kata juru bicara FSG.
FSG merupakan perusahaan investasi asal Amerika Serikat yang mengakuisisi Liverpool pada 2010 dengan nilai sekitar £300 juta. Selain Liverpool, grup yang dikendalikan John Henry tersebut juga memiliki klub bisbol Boston Red Sox.
Potensi Jadi Transaksi Terbesar di Liga Inggris
Menurut Financial Times, nilai transaksi yang sedang dibahas akan membuat Liverpool memiliki valuasi lebih dari US$6 miliar.
Jika tercapai, nilai tersebut akan menempatkan Liverpool sejajar dengan transaksi terbesar dalam sejarah kepemilikan klub Liga Inggris, termasuk Manchester United dan Chelsea.
Informasi yang diperoleh Sky Sports News menyebut skema investasi yang dibahas mirip dengan transaksi pada 2023 ketika FSG menjual sebagian kecil saham kepada perusahaan private equity asal Amerika Serikat, Dynasty Equity.
Kala itu, FSG memperoleh dana sekitar £164 juta yang digunakan untuk memperbaiki struktur utang dan membiayai belanja modal (capital expenditure), bukan untuk mendanai transfer pemain.
Namun, nilai investasi yang sedang dinegosiasikan kali ini diperkirakan jauh lebih besar. Analis Sky News, Mark Kleinman, menyebut porsi saham yang dilepas berpotensi mencapai sekitar 30%.
Meski demikian, ia menegaskan pembicaraan masih berada pada tahap awal.
“Saya akan terkejut jika Jeff Bezos pada akhirnya tidak menjadi bagian dari transaksi ini ketika kesepakatan selesai dalam beberapa bulan mendatang,” ujarnya.
Menurut Kleinman, transaksi tersebut juga berpotensi memunculkan spekulasi bahwa FSG pada akhirnya akan melepas kepemilikan Liverpool dalam beberapa tahun ke depan, meskipun saat ini perusahaan masih menegaskan hanya menawarkan saham minoritas.
Bezos dan Tren Investasi AS di Klub Sepak Bola
Apabila memutuskan bergabung, investasi di Liverpool akan menjadi langkah besar Bezos di industri olahraga global.
Pendiri Amazon yang juga memiliki perusahaan antariksa Blue Origin dan surat kabar The Washington Post itu diperkirakan memiliki kekayaan sekitar US$257 miliar, menjadikannya orang terkaya keempat di dunia versi Forbes.
Sebelumnya, Bezos sempat dikabarkan menjajaki akuisisi klub NFL Seattle Seahawks dan Washington Commanders, namun kedua rencana tersebut tidak berlanjut.
Masuknya Bezos juga akan memperkuat dominasi investor Amerika Serikat di Liga Inggris. Saat ini sekitar separuh dari 20 klub Premier League telah dimiliki investor yang berbasis di AS, termasuk Arsenal dan Manchester United.
Analis keuangan Amber Pinto menilai investasi strategis semacam ini tidak semata-mata bertujuan menambah modal, tetapi juga membuka peluang kolaborasi bisnis dan operasional.
Menurutnya, kepemilikan saham minoritas memberi investor kesempatan berkontribusi terhadap pengembangan komersial klub tanpa mengambil alih kendali mayoritas. Dampaknya terhadap belanja pemain juga belum tentu bersifat langsung karena proses transaksi diperkirakan masih membutuhkan waktu yang panjang.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: