- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Pendapatan Naik, Tapi PP Presisi (PPRE) Merugi Rp162,79 Miliar pada Semester I 2026
Kredit Foto: PP Presisi
PT PP Presisi Tbk (PPRE) yang merupakan anak usaha dari PT PP (Persero) Tbk (PTPP) membukukan kinerja yang tertekan pada semester I 2026. Meski pendapatan tumbuh signifikan, perseroan berbalik mencatatkan rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp162,79 miliar, dari porsi meraup laba sebesar Rp4,62 miliar di periode yang sama tahun 2025.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang diterbitkan di BEI, Kamis (23/7/2026), akibat kinerja bisnis yang tidak baik tersebut, membuat rugi per saham dasar tercatat sebesar Rp15,92, berbalik dari laba per saham Rp0,45 pada semester I-2025.
Dari sisi operasional, pendapatan perseroan meningkat 35,36% menjadi Rp2,22 triliun, dibandingkan Rp1,64 triliun pada semester I 2025. Namun, kenaikan tersebut tidak diikuti dengan perbaikan laba karena beban pokok pendapatan turut melonjak menjadi Rp1,99 triliun dari sebelumnya Rp1,32 triliun.
Akibatnya, laba kotor turun 27,31% menjadi Rp233,69 miliar per akhir Juni 2026, dibandingkan Rp321,50 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Selain tekanan dari biaya operasional, kinerja perusahaan juga dipengaruhi oleh meningkatnya kerugian penurunan nilai yang melonjak menjadi Rp57,94 miliar dari Rp3,12 miliar setahun sebelumnya. Beban usaha juga naik tipis menjadi Rp47,93 miliar dari Rp46,37 miliar.
Di sisi lain, beban keuangan turun menjadi Rp167,74 miliar dari Rp171,39 miliar. Perseroan juga membukukan bagian laba dari ventura bersama sebesar Rp2,71 miliar, sementara pendapatan lain-lain turun menjadi Rp29,07 miliar dari Rp43,07 miliar. Adapun beban lain-lain menyusut menjadi Rp14,75 miliar dari Rp20,60 miliar.
Sementara itu, beban pajak final meningkat menjadi Rp57,44 miliar dari Rp42,61 miliar, sedangkan beban pajak penghasilan turun menjadi Rp2,92 miliar dari Rp5,06 miliar.
Secara keseluruhan, PPRE mencatat rugi bersih tahun berjalan sebesar Rp88,68 miliar. Kondisi ini berbalik dari laba bersih Rp75,39 miliar yang dibukukan pada semester I-2025.
Dari sisi neraca, total aset perseroan turun menjadi Rp6,31 triliun pada semester I-2026, dari posisi aset Rp6,77 triliun per akhir Juni 2026. Di mana posisi ekuitas dan liablitas maisng-masing menjadi menjadi Rp2,04 triliun Rp4,27 triliun.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Annisa Nurfitri