Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

RUPS PPRE Ganti Direksi, Restui Divestasi Anak Usaha Rp1,6 Triliun

RUPS PPRE Ganti Direksi, Restui Divestasi Anak Usaha Rp1,6 Triliun Kredit Foto: PPRE
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT PP Presisi Tbk (PPRE) menyegarkan jajaran direksi sekaligus memperoleh persetujuan pemegang saham untuk melepas seluruh kepemilikan saham di PT Lancarjaya Mandiri Abadi (LMA) senilai Rp1,6 triliun dalam rangkaian Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), dan RUPSLB Independen Tahun 2026. Langkah tersebut ditempuh untuk memperkuat struktur keuangan dan mendukung keberlanjutan bisnis Perseroan.  

Dalam RUPSLB, pemegang saham menyetujui perubahan susunan direksi. Rizki Dianugrah tetap menjabat Direktur Utama, Yovi Hendra tetap berada di jajaran direksi sebagai Direktur Operasi, sementara Ramlan Nurdiansah ditunjuk sebagai Direktur Keuangan & Human Capital Management menggantikan Mohammad Arif Iswahyudi.

Adapun susunan Dewan Komisaris tidak mengalami perubahan. Narwanto tetap menjabat Komisaris Utama yang sekaligus merangkap Komisaris Independen, didampingi Maulana Malik Ibrahim dan Albert Simangunsong sebagai Komisaris.

Selain perubahan pengurus, RUPSLB Independen menyetujui pelepasan seluruh kepemilikan saham Perseroan pada PT Lancarjaya Mandiri Abadi kepada PT Lancarjaya Investama Abadi dengan nilai transaksi mencapai Rp1,6 triliun. Perseroan menyatakan divestasi tersebut merupakan bagian dari strategi memperkuat struktur keuangan melalui pemenuhan kewajiban kepada kreditur, menurunkan beban bunga, meningkatkan likuiditas, serta memperkuat modal kerja untuk mendukung kegiatan operasional dan pengembangan usaha.  

Aksi korporasi tersebut juga disebut sejalan dengan program Penataan dan Pengelolaan Anak Perusahaan BUMN guna meningkatkan efektivitas pengelolaan portofolio dan menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.  

Direktur Utama PT PP Presisi Tbk, Rizki Dianugrah, mengatakan langkah-langkah strategis tersebut merupakan bagian dari transformasi perusahaan.

“Perseroan terus berfokus pada penguatan fundamental, optimalisasi portofolio bisnis, serta peningkatan efisiensi operasional guna menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.”

Di sisi operasional, PP Presisi membukukan pendapatan konsolidasian sebesar Rp3,9 triliun pada tahun buku 2025 atau meningkat sekitar 4% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp3,8 triliun. Perseroan menyebut kenaikan tersebut didorong oleh strategi diversifikasi bisnis dan produktivitas operasional yang tetap terjaga.  

Dari sisi keuangan, rasio lancar (current ratio) tercatat 1,15 kali, masih berada di atas batas covenant perbankan sebesar 1,1 kali. Sementara itu, rasio utang berbunga terhadap ekuitas (interest bearing debt to equity ratio) berada di level 0,86 kali, masih di bawah batas covenant, yang mencerminkan kondisi likuiditas dan struktur pendanaan Perseroan tetap terjaga.  

Baca Juga: Bertahan di Tengah Tekanan Industri, PTPP Masuk Daftar 500 Perusahaan Terbesar ASEAN

Baca Juga: Prabowo Resmikan RSUD Krui, Rumah Sakit Rp152,99 Miliar Garapan PTPP

Baca Juga: PTPP Raih Kontrak Baru, Bangun RSUD Mamuju Tengah Senilai Rp143 Miliar

Susunan Pengurus PT PP Presisi Tbk Hasil RUPSLB 2026, menjadi sebagai berikut:

Dewan Komisaris

  • Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen: Narwanto
  • Komisaris: Maulana Malik Ibrahim
  • Komisaris: Albert Simangunsong

Direksi

  • Direktur Utama: Rizki Dianugrah
  • Direktur Keuangan & Human Capital Management: Ramlan Nurdiansah
  • Direktur Operasi: Yovi Hendra

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri