Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pasar Mobil Naik, tapi LCGC Justru Anjlok, Konsumen Sudah Naik Kelas?

Pasar Mobil Naik, tapi LCGC Justru Anjlok, Konsumen Sudah Naik Kelas? Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Di tengah pertumbuhan pasar otomotif nasional yang kembali bergairah, ada satu segmen yang justru menunjukkan arah berbeda. Mobil murah ramah lingkungan atau Low Cost Green Car (LCGC), yang selama bertahun-tahun menjadi andalan masyarakat Indonesia, kini mulai kehilangan peminat.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan wholesales kendaraan nasional sepanjang Januari-Juni 2026 mencapai 436.564 unit, meningkat 15,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, di balik kenaikan tersebut, penjualan LCGC justru turun 18,4 persen secara tahunan.

Fenomena ini menjadi sinyal menarik. Ketika pasar otomotif secara keseluruhan tumbuh, konsumen tampaknya mulai melirik kendaraan di kelas yang lebih tinggi dibanding sebelumnya.

Meski begitu, mobil bermesin konvensional (internal combustion engine/ICE) masih menjadi tulang punggung pasar otomotif Indonesia. Sepanjang semester pertama 2026, penjualan mobil berbahan bakar bensin dan diesel mencapai 319.456 unit, terdiri dari 263.950 unit non-LCGC dan 55.506 unit LCGC. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 307.573 unit.

Jika dihitung berdasarkan pangsa pasar, kendaraan bermesin konvensional masih menguasai sekitar 73 persen dari total penjualan mobil nasional. Dengan kata lain, tiga dari empat mobil baru yang terjual di Indonesia masih menggunakan mesin bensin atau diesel.

Sementara itu, pertumbuhan paling agresif justru datang dari kendaraan elektrifikasi. Mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) mencatat penjualan 69.739 unit atau melonjak 80,8 persen dibandingkan tahun lalu.

Salah satu kontributor terbesar berasal dari Jaecoo J5. Meski baru dipasarkan dengan satu model, SUV listrik tersebut berhasil membukukan penjualan 16.990 unit dan menguasai sekitar 24,36 persen pasar mobil listrik nasional.

Di segmen hybrid, penjualan mencapai 43.366 unit atau tumbuh 47 persen secara tahunan. Kategori ini kini menyumbang sekitar 9,7 persen dari total pasar otomotif Indonesia.

Toyota masih menjadi pemain dominan di segmen hybrid melalui Kijang Innova Zenix HEV yang terjual 13.279 unit dan Veloz HEV sebanyak 11.147 unit. Kedua model tersebut berkontribusi sekitar 58 persen dari total penjualan mobil hybrid nasional.

Baca Juga: Penjualan Mobil LCGC Turun 18,4% pada Semester I 2026, Ada Apa?

Adapun kendaraan plug-in hybrid (PHEV) memang masih menjadi segmen dengan volume terkecil, yakni 5.003 unit. Namun, dari sisi pertumbuhan, PHEV menjadi kategori dengan kenaikan paling tinggi, melonjak 187,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Persaingan di segmen ini dipimpin merek-merek asal China. BYD M6 DM langsung memimpin pasar dengan penjualan 1.825 unit, disusul Chery Tiggo 8 CSH sebanyak 1.441 unit dan Tiggo 9 CSH sebanyak 373 unit.

Melihat tren tersebut, perlambatan LCGC di tengah pertumbuhan pasar secara keseluruhan mengindikasikan adanya perubahan preferensi konsumen. Sebagian pembeli tampaknya mulai memiliki daya beli yang lebih baik atau memilih kendaraan dengan fitur, teknologi, dan tingkat elektrifikasi yang lebih tinggi dibandingkan mobil murah yang selama ini menjadi pilihan utama.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Fajar Sulaiman