Lagu Katy Perry Dipakai Trump untuk Serangan Iran, Sang Penyanyi Murka
Kredit Foto: Istimewa
Penyanyi Katy Perry murka setelah lagu "Firework" miliknya dipakai Gedung Putih dalam video serangan terhadap Iran. Perry menegaskan dirinya tidak pernah memberikan izin untuk penggunaan lagu tersebut.
Video itu diunggah melalui akun TikTok Gedung Putih. Lagu "Firework" digunakan sebagai musik latar dengan tulisan "Iran telah diperingatkan".
Katy Perry kemudian buka suara dua hari setelah video tersebut beredar. Ia mengaku terkejut dan marah melihat lagunya digunakan untuk mengiringi video serangan militer.
"Saya gak pernah menyetujuinya, saya gak diminta dan sama sekali gak membenarkannya," tulis Katy Perry melalui akun X, Senin (27/7/2026).
Perry menegaskan "Firework" memiliki pesan yang sangat berbeda dari konteks video tersebut. Lagu itu dibuat untuk membawa pesan tentang harapan, pemulihan, dan kekuatan diri.
"Melihat pesan tentang harga diri dan semangat untuk bangkit bersenjata sebagai musik latar untuk kehancuran dan kekerasan adalah pelanggaran total terhadap semua yang diwakili oleh lagu-lagu saya," tulisnya.
Penyanyi tersebut juga menegaskan musiknya tidak dibuat untuk mendukung peperangan. Perry menyebut lagu-lagunya seharusnya menjadi sarana untuk menyatukan orang.
"Musik saya dibuat untuk menyatukan orang, bukan untuk merayakan perang," kata Perry.
Pernyataan Perry kemudian mendapat respons dari pihak Gedung Putih. Wakil Asisten Presiden Donald Trump, Kaelan Dorr, membalas unggahan tersebut dengan mengunggah cuplikan video musik "Part of Me" milik Perry.
Dalam video musik yang dirilis pada 2012 itu, Perry terlihat berada di kamp pelatihan militer Amerika Serikat. Dorr kemudian memberikan sindiran singkat kepada Perry.
"Apakah ini kamu?" tulisnya.
Baca Juga: Amerika Kehabisan Amunisi untuk Serang Iran? Kini Trump 'Perang' Lewat Gambar AI
Di tengah polemik tersebut, militer Amerika Serikat memang kembali melancarkan serangan terhadap Iran. Komando Pusat AS mengonfirmasi serangan baru tersebut pada 23 Juli.
Komando Pusat AS menyebut operasi itu sebagai serangan malam ke-13 secara berturut-turut. Serangan tersebut disebut bertujuan meminta pertanggungjawaban Iran sekaligus mengurangi ancaman Korps Garda Revolusi Islam terhadap pelayaran komersial.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: