Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

MBG Jadi Blunder: Kenapa Gibran 'Lebih Baik Mati' daripada Membela Program Ini?

MBG Jadi Blunder: Kenapa Gibran 'Lebih Baik Mati' daripada Membela Program Ini? Kredit Foto: Youtube Channel 2045 TV
Warta Ekonomi, Jakarta -

Peneliti senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Mohamad Sobary, menilai Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka akan lebih memilih mati daripada membela program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pernyataan itu disampaikan Sobary saat mengumpamakan Presiden Prabowo Subianto menyuruh Gibran untuk membela MBG yang kerap menuai kritik publik. Menurutnya, Gibran akan menolak karena banyak kekeliruan dalam pelaksanaan program yang menjadi janji politiknya bersama Prabowo di Pilpres 2029.

"Prabowo punya pemikiran-pemikiran lepas dari apapun pemikirannya termasuk pemikiran yang keliru tentang MBG umpamanya, suruh Gibran ngomong MBG. Ayo 'Bran, MBG ini gimana lu mewakili gua dah' ya milih matilah dia daripada mewakili," ungkapnya dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, dikutip Senin (27/7).

"Apa yang mau dia katakan? Program yang banyak kelirunya dan program yang sudah dibuktikan oleh publik ini keliru. Sekarang lu lurusin, Prabowo masih bisa ngelurusin kan," imbuhnya.

Sobary menilai Prabowo kerap mengandalkan statistik, namun ditipu oleh orang-orang di sekelilingnya. 

"Prabowo itu ditipu oleh orang kiri kanannya, dan orang-orang pemimpin-pemimpin yang mengandalkan angka memang pemimpin yang tidak terampil berpikir kualitatif," tandasnya.

Baca Juga: Eks Wamenkumham Dukung Prabowo Makzulkan Gibran, Ada Dugaan Kejahatan Tingkat Tinggi

Sebagai informasi, Presiden Prabowo saat ini sedang melakukan evaluasi besar-besaran terhadap Program MBG. Langkah ini diambil menyusul temuan dugaan korupsi, masalah higienitas, serta buruknya tata kelola. Pemerintah berfokus pada pembenahan sistem total demi memastikan transparansi dan ketepatan sasaran.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah memberi waktu satu bulan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) sejak pertengahan Juli untuk meneliti ulang data penerima manfaat. Prabowo menegaskan masyarakat golongan mampu harus dicoret agar program ini benar-benar menyasar kelompok ekonomi terbawah.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya