Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Sarwendah Merasa Dipojokkan, Ruben Onsu: Apakah Saya Harus Terus Diam?

Sarwendah Merasa Dipojokkan, Ruben Onsu: Apakah Saya Harus Terus Diam? Kredit Foto: ChatGPT/Belinda Safitri

Ia mengaku sempat berharap persoalan tersebut akan mereda dengan sendirinya. Namun, kenyataan yang terjadi justru sebaliknya.

"Saya berpikir semuanya akan berhenti dengan sendirinya dan keadaan akan membaik. Namun kenyataannya justru semakin berlanjut. Bahkan ketika sedang live, selalu ada saja pembahasan yang mengarah dan memberikan kesan kurang baik terhadap saya. Maka dari itu, yang saya lakukan hanyalah meluruskan berdasarkan pernyataan-pernyataan yang sudah ada," sambung dia.

Ruben juga menjelaskan alasan akhirnya membawa persoalan tersebut ke jalur hukum. Menurutnya, kesepakatan mengenai waktu bertemu anak tidak berjalan sesuai harapan dan komunikasi dengan pihak Sarwendah dinilai tidak berjalan dengan baik.

"Bapak juga perlu memahami mengapa saya akhirnya terpaksa menempuh jalur pengadilan. Hal tersebut terjadi karena kesepakatan waktu yang sudah ditentukan tidak berjalan sesuai harapan, serta komunikasi yang menurut saya tidak berjalan dengan baik. Memang dikatakan tidak menghalangi, tetapi apa yang saya alami dalam proses komunikasi berbeda dengan kenyataan yang terjadi. Mohon dipahami," tutupnya.

Baca Juga: Konflik Panjang dengan Sarwendah, Ruben Onsu: Kesalahan Terbesar Saya Adalah...

Sebelumnya, kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, mengingatkan agar pihak Ruben tidak terus-menerus menyudutkan kliennya. Menurutnya, hal tersebut justru dapat berdampak pada hubungan Ruben dengan anak-anaknya.

"Mungkin ini buat masukan juga kepada kuasa hukum RO, bahwa semakin ibunya anak-anak ini terus dipojokkan, disakiti, kita sebagai seorang anak pasti akan membela mati-matianlah ibu kita," kata Chris Sam Siwu di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (22/7).

"Jadi hati-hati juga kalau nanti terus-terusan di-framing, dibalikkan, diputarbalikkan sesuatu yang enggak benar, membuat klien kami terus menangis, dan anak-anaknya melihat. Anak-anaknya juga makin tidak sayang nanti dengan orang yang memojokkan klien kami," ujarnya.

Halaman:

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Tag Terkait: