Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Saham HATM Naik, Emiten Pelayaran Ini Layani Grup Sinar Mas dan Industri China

Saham HATM Naik, Emiten Pelayaran Ini Layani Grup Sinar Mas dan Industri China Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Warta Ekonomi, Jakarta -

Saham PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) dibuka menguat pada perdagangan Selasa (29/7/2026) dan sempat menyentuh level 550. Pergerakan tersebut terjadi di tengah perhatian investor terhadap basis pelanggan Perseroan yang didominasi perusahaan-perusahaan besar, mulai dari entitas yang terafiliasi dengan Grup Sinar Mas hingga perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan grup industri asal China.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, HATM membukukan pendapatan sebesar Rp519,96 miliar pada semester I 2026. Perseroan juga mencatatkan piutang usaha pihak ketiga sebesar Rp144,52 miliar.

Dari daftar pelanggan, PT Borneo Indobara (BIB) menjadi pelanggan dengan nilai piutang terbesar, yakni Rp49,68 miliar. BIB merupakan anak usaha PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS), emiten tambang batu bara yang berada di bawah Grup Sinar Mas.

Kerja sama HATM dengan BIB juga diperkuat melalui kontrak jasa angkutan laut yang diperoleh pada 17 Juni 2026. Dalam kontrak tersebut, HATM menyediakan mother vessel untuk pengangkutan batu bara dengan kapasitas sekitar 2,1 juta metrik ton ±10% selama periode 1 April hingga 31 Desember 2026.

Selain BIB, PT Dwi Guna Laksana Tbk (DWGL) tercatat sebagai pelanggan dengan nilai piutang usaha sebesar Rp13,44 miliar. Perusahaan ini juga memiliki keterkaitan dengan ekosistem bisnis Grup Sinar Mas di sektor perdagangan batu bara.

Di sektor pelayaran nasional, PT Beruang Maritim Indonesia, anak usaha PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WBSA), memiliki piutang usaha sebesar Rp25,29 miliar. Sementara PT Bhumi Rantai Energi, anak usaha PT Hasnur Internasional Shipping Tbk (HAIS), tercatat memiliki piutang sebesar Rp7,55 miliar.

Jejak perusahaan yang berafiliasi dengan grup industri asal China juga terlihat dalam portofolio pelanggan HATM. PT Yuxin Shipping Line, perusahaan joint venture antara Xiangyu Group dan Dexin Steel, memiliki piutang usaha sebesar Rp14,09 miliar.

Selain itu, PT Obsidian Stainless Steel, perusahaan smelter nikel yang dikembangkan Xiangyu Group bersama Delong Group di Sulawesi Tenggara, tercatat memiliki piutang usaha sebesar Rp8,65 miliar.

HATM juga masih memiliki kontrak jangka panjang dengan PT Indonesia Ruipu Nickel and Chrome Alloy (IRNC), perusahaan yang terafiliasi dengan Tsingshan Group, salah satu produsen stainless steel terbesar di dunia.

Berdasarkan kontrak yang ditandatangani pada 30 Desember 2022, HATM menyediakan mother vessel untuk pengangkutan batu bara sebesar 4,2 juta metrik ton ±10% per tahun. Kerja sama tersebut berlaku mulai 1 Januari 2023 hingga 31 Desember 2029.

Kontrak jangka panjang tersebut memberikan visibilitas pendapatan bagi Perseroan sekaligus memperkuat eksposur bisnis HATM terhadap rantai pasok industri hilirisasi nikel di Indonesia.

Baca Juga: HATM Siapkan Private Placement 800 Juta Saham, Investor China Jadi Standby Buyer?

Baca Juga: Berstatus HSC, HATM Siap Jalani Private Placement 800 Juta Saham

Dari sisi pasar modal, saham HATM juga masih mendapat perhatian pelaku pasar. Technical Analyst Sucor Sekuritas Reyhan Pratama merekomendasikan speculative buy pada kisaran harga Rp480-Rp500 dengan stop loss di bawah Rp438.

Adapun target harga (take profit) pertama berada di level Rp540, sedangkan target kedua di level Rp600.

Basis pelanggan yang berasal dari sektor batu bara, pelayaran, energi, hingga hilirisasi nikel menunjukkan aktivitas operasional HATM ditopang oleh sejumlah perusahaan besar domestik maupun perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan grup industri asal China.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri