Kredit Foto: Istimewa
Fenomena ramainya kunjungan masyarakat ke rumah mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Gang Kutai Utara Nomor 1, Solo, kembali menjadi sorotan. Mantan Wali Kota Solo, Fransiskus Xaverius Hadi Rudyatmo atau FX Rudy, melontarkan klaim kontroversial bahwa tidak semua pengunjung datang atas inisiatif sendiri.
Rumah Jokowi diketahui telah menjadi tujuan yang dikenal sebagai "Wisata Jokowi" sejak menjelang Lebaran 2025. Banyak warga mengaku rela mengantre untuk bertemu atau sekadar melihat langsung kediaman Presiden ke-7 RI tersebut.
Fenomena itu bahkan sempat viral setelah lokasi rumah Jokowi di Google Maps ditandai dengan nama "Tembok Ratapan Solo", diperkuat oleh beredarnya video seorang pemuda yang berpura-pura meratap di depan gerbang rumah tersebut.
Dalam wawancara di kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored yang tayang pada Selasa (28/7/2026), FX Rudy mengeklaim keramaian tersebut tidak sepenuhnya terjadi secara alami.
Menurutnya, ada pihak yang menggerakkan masyarakat untuk datang ke rumah Jokowi, bahkan disebut memberikan uang saku kepada sebagian pengunjung.
"Oh, yang perlu saya sampaikan juga yang sering datang ke sana itu ada yang diberi uang saku dan sebagainya itu kan pengakuan itu ada juga," kata FX Rudy.
Ia juga menilai pola keramaian di sekitar rumah Jokowi menunjukkan bahwa jumlah pengunjung meningkat saat musim liburan, sementara pada hari-hari biasa kondisinya jauh lebih sepi.
"Kalau dilihat saja ketika ada liburan ramai. Namun kalau tidak ada liburan kan sepi," ujarnya.
FX Rudy kemudian mengaitkan fenomena tersebut dengan keberadaan Masjid Sheikh Zayed di Solo yang menjadi destinasi wisata religi. Menurut klaimnya, sebagian pengunjung masjid diarahkan untuk mampir ke rumah Jokowi.
Saat ditanya secara langsung apakah ada pihak yang mengarahkan para pengunjung, FX Rudy menjawab singkat namun tegas.
"Ada yang mengarahkan."
Ketika kembali ditanya apakah para pengunjung juga memperoleh uang saku, ia kembali memberikan jawaban yang sama lugas.
"Ada yang memberi uang sakunya."
Selain menyoroti ramainya kunjungan ke rumah Jokowi, FX Rudy mengaitkan pernyataannya dengan potensi praktik politik uang menjelang kontestasi politik mendatang. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur pemberian uang menjelang pemilu.
Menurutnya, masyarakat tidak seharusnya mengorbankan pilihan politik hanya karena imbalan sesaat.
Baca Juga: Soal Polemik Ijazah Jokowi, Prabowo Disebut Sudah Tanyakan
"Jangan sampai hanya menikmati ratusan ribu, namun kita kecewa dan sengsara selama lima tahun," ujarnya.
FX Rudy juga mengklaim praktik pemberian uang kepada pemilih pernah terjadi pada pemilu maupun pilkada sebelumnya. Namun, ia menegaskan bahwa apabila praktik tersebut benar terjadi, penindakannya merupakan kewenangan penyelenggara dan pengawas pemilu.
"Kembali lagi kepada KPU dan Bawaslu. Kalau itu memang dilakukan betul, money politics itu kan sudah melanggar aturan," katanya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: