Istana Cuek Kepuasan terhadap Prabowo Anjlok: Kita Bekerja untuk Rakyat, Bukan Survei
Kredit Foto: Youtube Sekretariat Presiden
Turunnya tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) langsung menjadi sorotan. Namun, alih-alih khawatir dengan penurunan tersebut, Istana menegaskan pemerintah tidak bekerja demi mengejar tingginya angka survei.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan sejak awal pemerintahan, Presiden Prabowo tidak pernah menjadikan hasil survei sebagai tolok ukur utama dalam menjalankan pemerintahan. Menurutnya, fokus pemerintah tetap pada pelaksanaan program yang diyakini membawa manfaat bagi masyarakat.
"Sedari awal selalu kita sampaikan bahwa kita bekerja bukan dalam rangka mencari survei gitu ya," kata Prasetyo kepada wartawan dalam perjalanan darat menuju Jakarta dari Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).
Baca Juga: Usai Prabowo Naikkan Tukin TNI, Istana Bicara Nasib Guru dan Nakes
Prasetyo menegaskan seluruh program yang dijalankan pemerintah merupakan bagian dari upaya mewujudkan janji kampanye sekaligus cita-cita pembangunan nasional. Karena itu, pemerintah mengaku lebih memilih fokus bekerja dibanding mengejar tingkat popularitas.
"Kita meyakini apa yang kita kerjakan, program yang diputuskan oleh Bapak Presiden, program yang sekarang dikerjakan oleh seluruh kementerian dan lembaga, kami meyakini itu memang semua berorientasi untuk kepentingan masyarakat," ungkapnya.
"Kami tidak pernah melihat atau bekerja untuk mengejar sebuah survei. Tapi dari yang kita kerjakan," ucap Prasetyo.
Ia optimistis masyarakat pada akhirnya akan merasakan manfaat dari berbagai program yang sedang dijalankan pemerintah, mulai dari sektor pangan, energi hingga industrialisasi.
"Kita yakin rakyat akan bisa menerima semua yang kita jalankan sebagai janji kampanye, sebagai cita-cita kita bersama sebagai bangsa dan negara yang ingin maju, ingin sejahtera, mandiri dalam berbagai bidang, di antaranya pangan, kemudian energi, industrialisasi kita kejar, hilirisasi kita kejar," jelasnya.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas hasil survei terbaru SMRC yang menunjukkan penurunan signifikan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga: Viral MBG Keciduk Diangkut Pakai Pikap Berkarat, SPPG Ngaku Terpaksa Karena...
Berdasarkan survei bertajuk "Kondisi Ekonomi Politik dan Approval Rating Presiden" yang dilakukan pada 5-19 Juli 2026, tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo berada di angka 51,1 persen.
Angka tersebut turun 30,1 persen dibandingkan hasil survei pada November 2025, ketika tingkat kepuasan publik masih mencapai 81,2 persen.
Di sisi lain, persentase masyarakat yang menyatakan tidak puas atau sangat tidak puas terhadap kinerja Presiden Prabowo juga mengalami lonjakan. Jika pada survei November 2025 angkanya berada di 16 persen, kini meningkat menjadi 46,9 persen dalam survei Juli 2026.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: