Komdigi Integrasikan Internet Berkecepatan Tinggi ke Program 3 Juta Rumah
Kredit Foto: Komdigi
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memastikan pembangunan kawasan dalam Program Tiga Juta Rumah akan diiringi dengan penyediaan konektivitas digital. Langkah tersebut dilakukan agar kawasan hunian baru tidak hanya memiliki infrastruktur dasar, tetapi juga akses internet yang mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan publik.
Komitmen itu disampaikan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam peresmian pelaksanaan massal akad Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi di 165 titik yang tersebar di 372 kabupaten/kota pada 36 provinsi.
Menurut Meutya, akses internet kini menjadi bagian penting dari kebutuhan dasar kawasan permukiman, sejajar dengan ketersediaan listrik, air bersih, dan jalan.
"Program pembangunan rumah rakyat harus diikuti dengan hadirnya konektivitas digital. Kami pastikan konektivitas aman di hunian baru," ujar Meutya.
Ia mengatakan pembangunan kawasan perumahan baru menjadi momentum untuk membangun ekosistem digital sejak awal. Dengan tersedianya jaringan internet, masyarakat dapat mengakses layanan pendidikan, kesehatan, pemerintahan, hingga peluang ekonomi digital tanpa harus meninggalkan tempat tinggalnya.
"Setiap kawasan hunian baru harus disiapkan menjadi kawasan yang terhubung. Ketika keluarga menempati rumah baru, mereka juga harus memiliki akses untuk belajar, bekerja, berusaha, dan mengakses layanan publik secara digital," katanya.
Untuk mendukung target tersebut, Komdigi akan terus memperluas jangkauan layanan internet berkecepatan tinggi agar pembangunan perumahan berjalan seiring dengan penguatan infrastruktur digital nasional.
Meutya mengungkapkan cakupan layanan 4G di kawasan permukiman Indonesia saat ini telah mencapai sekitar 97,45%. Selain itu, pemerintah juga terus memperluas layanan fixed broadband sebagai bagian dari penguatan fondasi transformasi digital di berbagai wilayah.
Menurutnya, pembangunan fisik dan digital harus berjalan secara bersamaan agar manfaat Program Tiga Juta Rumah tidak hanya menyediakan hunian yang layak, tetapi juga meningkatkan produktivitas masyarakat.
"Visi Presiden Prabowo membangun Indonesia tidak hanya menghadirkan rumah yang layak huni, tetapi juga kehidupan yang lebih produktif. Karena itu, pembangunan fisik dan pembangunan digital harus berjalan bersama sehingga setiap keluarga memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang," ujarnya.
Baca Juga: Kemkomdigi Perkuat Perempuan UMKM Lewat Digitalisasi, Soroti Minimnya Peluang Naik Kelas
Baca Juga: Komdigi Dorong Kerja Sama Digital Indonesia-Swiss untuk Perkuat Ekonomi
Meutya menambahkan, tersedianya konektivitas digital di kawasan hunian baru diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap berbagai aktivitas ekonomi dan layanan publik. Warga dapat memanfaatkan internet untuk bekerja secara jarak jauh, mengembangkan UMKM berbasis rumah, mengakses layanan kesehatan digital, hingga memanfaatkan layanan pemerintahan secara daring.
Integrasi pembangunan perumahan dan infrastruktur digital tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pemerataan akses teknologi sekaligus mendukung produktivitas ekonomi masyarakat di kawasan permukiman baru.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri