Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

BGN Kembalikan Rp311,2 Miliar Uang Negara dari Temuan Rekening Dapur SPPG Bermasalah

BGN Kembalikan Rp311,2 Miliar Uang Negara dari Temuan Rekening Dapur SPPG Bermasalah Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Badan Gizi Nasional (BGN) menarik kembali ratusan miliar uang negara dari rekening operasional dapur bermasalah. Dana tersebut merupakan sisa saldo dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terindikasi memiliki anomali administratif.

Kepala BGN, Sudaryono, menegaskan bahwa pengembalian dana ini merupakan hasil verifikasi ketat terhadap 414 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah. Terhitung secara rinci, total uang negara yang diselewengkan dari anggaran MBG ini yaitu Rp 311.246.295.184.

"Totalnya Rp311,2 miliar kami kembalikan ke kas negara dari hasil penyisiran kami yang kami temukan sampai dengan saat ini dari 414 SPPG," jelas Sudaryono dalam konferensi pers di kantor BGN, Jumat (31/7/2026).

Sudaryono menerangkan, proses pengembalian dana ke kas negara difasilitasi melalui jaringan perbankan Himbara, meliputi Bank BRI, BNI, Mandiri, BTN, serta Bank Syariah Indonesia (BSI).

"Yang sudah kami kembalikan ke kas negara melalui Bank BRI ada 121 SPPBG sebesar Rp137,5 miliar. Kemudian melalui Bank BNI ada 117 SPPBG sebesar Rp74 miliar. Bank Mandiri 129 SPPBG sebesar Rp71,6 miliar. Kemudian Bank Syariah Indonesia ada 19 SPPBG dan kami kembalikan Rp12,9 miliar. Dan Bank BTN ada 28 SPPBG kami kembalikan Rp15,3 miliar. Totalnya Rp311,2 miliar," jelas dia.

Baca Juga: MBG Diklaim Boros Rp10,5 Triliun per Tahun, Bos BGN Angkat Tangan: Saya Gak Ada...

Baca Juga: BGN Bantah SDN Tanggirejo Rusak karena MBG, Sudaryono: Dua Program Ini Berbeda

Dia menegaskan, BGN berkomitmen untuk terus memperbarui data penyisiran guna memastikan tidak ada kebocoran anggaran dalam pelaksanaan program gizi nasional.

"Kita akan terus sisir apakah nanti ada tambahan-tambahan lagi kita akan update terus, tapi sejauh sampai dengan kita umumkan di sini, kita mendapatkan 414 dapur dan mengembalikan Rp311,2 miliar," ungkap Sudaryono.

Penarikan saldo ini diposisikan sebagai langkah awal pembenahan tata kelola lembaga secara transparan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Muhammad Farhan Shatry
Editor: Dwi Aditya Putra