Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

BGN Bantah SDN Tanggirejo Rusak karena MBG, Sudaryono: Dua Program Ini Berbeda

BGN Bantah SDN Tanggirejo Rusak karena MBG, Sudaryono: Dua Program Ini Berbeda Kredit Foto: Muhammad Farhan Shatry
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kondisi SDN Tanggirejo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, yang mengalami kerusakan sempat dikaitkan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan anggapan tersebut tidak tepat karena kerusakan sekolah terjadi sebelum program MBG berjalan.

Sudaryono mengatakan SDN Tanggirejo sudah mengalami kerusakan sejak awal 2026, sebelum adanya pelaksanaan program MBG. Ia meminta publik melihat persoalan tersebut secara objektif dan tidak menghubungkan dua hal yang memiliki jalur berbeda.

"Sekolah itu rusak bukan setelah ada MBG. Betul enggak? Kita objektif saja. Sekolah itu rusak, memang rusak sebelum ada program MBG," ujar Sudaryono dalam konferensi pers di kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu (29/7/2026).

Menurut Sudaryono, pemerintah sebenarnya telah menjalankan program perbaikan sekolah dalam jumlah besar. Pada 2025, sebanyak lebih dari 16 ribu sekolah telah direnovasi, sedangkan pada 2026 pemerintah menargetkan sekitar 70 ribu sekolah mendapat perbaikan.

Ia juga meminta masyarakat melaporkan apabila menemukan fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan melalui portal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Menurutnya, setiap laporan akan ditindaklanjuti oleh pemerintah.

Sudaryono menilai polemik muncul karena adanya perbandingan antara kondisi sekolah rusak dengan dapur MBG yang terlihat lebih baru dan bersih. Menurutnya, perbandingan tersebut tidak tepat karena keduanya berasal dari skema pembangunan yang berbeda.

"Begitu ada yang rusak, apalagi sebelahnya dapur MBG-nya mengkilat bersih, warnanya biru, bagus, terus dibanding-bandingkan. Ini sesuatu yang menurut saya tidak fair," kata Sudaryono.

Ia menjelaskan pembangunan dapur MBG dilakukan melalui skema kemitraan, sementara perbaikan sekolah menggunakan anggaran pemerintah melalui program pendidikan. Karena itu, Sudaryono meminta masyarakat tidak membenturkan pelaksanaan MBG dengan persoalan infrastruktur sekolah.

"Kalau Anda temukan sekolah rusak, ya sudah sekolah rusaknya difoto, dilaporkan saja, dan tidak perlu kemudian dibandingkan dengan dapur MBG. Karena tidak nyambung," ujarnya.

Baca Juga: Sudaryono Perketat Aturan di BGN, Pertemuan Pejabat dan Mitra Makin Dibatasi

Sudaryono menegaskan fokus BGN saat ini adalah memastikan dapur MBG berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Ia mengatakan keberadaan dapur MBG tidak berkaitan dengan tanggung jawab pemerintah dalam memperbaiki sarana pendidikan.

Sebelumnya, atap dua ruangan SD Negeri Tanggirejo, Tegowanu, Grobogan, dilaporkan ambrol sejak Januari 2026. Akibat kondisi tersebut, kegiatan belajar mengajar siswa sempat dipindahkan ke musala demi menjaga keselamatan.

Pemerintah melalui Kemendikdasmen kemudian merespons kondisi tersebut dengan melakukan koordinasi bersama pihak sekolah, dinas pendidikan, dan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Tengah untuk proses revitalisasi.

Kemendikdasmen memastikan perbaikan sekolah menjadi bagian dari upaya pemerintah menyediakan fasilitas belajar yang aman dan layak bagi para siswa.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama