Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Laba Bersih PGE Naik 15,48% pada Semester I-2026, Produksi Panas Bumi Tembus 2.745 GWh

Laba Bersih PGE Naik 15,48% pada Semester I-2026, Produksi Panas Bumi Tembus 2.745 GWh Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) membukukan laba bersih sebesar US$79,605 juta pada semester I-2026 atau tumbuh 15,48% secara tahunan (year-on-year/YoY), ditopang peningkatan produksi listrik panas bumi dan keandalan operasional pembangkit. 

Pendapatan perseroan juga naik 14,7% menjadi US$235,027 juta dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

Direktur Keuangan PGE, Fransetya Hasudungan Hutabarat, mengatakan pertumbuhan tersebut mencerminkan konsistensi perseroan dalam menjalankan strategi bisnis yang efektif dan berkelanjutan.

“Pertumbuhan pendapatan juga tercermin pada laba bersih Perseroan yang naik 15,48 persen secara tahunan menjadi US$79,605 juta, ditopang oleh pertumbuhan produksi dan keandalan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), serta keuntungan selisih kurs yang positif"

"Adapun total produksi PGE sepanjang semester I-2026 mencapai 2.745 gigawatt hour (GWh), meningkat 13,62 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 2.416 GWh"

"Pertumbuhan yang kami catatkan di kuartal ini bukan sekadar angka di atas kertas. Ini adalah bekal bagi PGE untuk terus memperluas manfaat panas bumi bagi masyarakat sekaligus mendorong transisi energi nasional,” ujar Fransetya dalam keterangan resmi.

Sepanjang semester I-2026, total produksi listrik panas bumi PGE mencapai 2.745 GWh atau meningkat 13,62% dibandingkan 2.416 GWh pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, laba bersih perseroan menunjukkan akselerasi pada kuartal II-2026, dari US$43,899 juta pada kuartal I menjadi akumulasi US$79,605 juta hingga akhir Juni 2026. 

Hingga 30 Juni 2026, PGE mencatat total aset sebesar US$2,967 miliar, ekuitas US$2,006 miliar, serta kas dan setara kas US$656,634 juta. Di saat yang sama, liabilitas turun 2,8% dibandingkan posisi akhir 2025 menjadi US$961,184 juta, memperkuat struktur permodalan perseroan. 

Direktur Utama PGE Ahmad Yani mengatakan tahun 2026 menjadi momentum penting karena menandai 100 tahun perjalanan pengembangan panas bumi di Indonesia.

“Momentum 100 tahun ini adalah pengingat betapa luar biasanya kekayaan alam Nusantara. Seratus tahun lalu, perjalanan ini dimulai dari eksplorasi di Kamojang, Jawa Barat. Hari ini, PGE bangga menjadi penggerak utama yang mengelola sekitar 70 persen energi panas bumi di seluruh Indonesia, dan Kamojang menjadi bagian penting dari kami"

"Bagi saya dan seluruh perwira PGE, satu abad ini bukan hanya tentang mengenang sejarah, melainkan juga momentum untuk membuktikan bahwa energi bersih nan melimpah yang kita miliki ini siap mendukung ketahanan energi negeri,” ungkap Ahmad Yani. 

Baca Juga: PGE Amankan Fasilitas US$75 Juta untuk Proyek Panas Bumi

Baca Juga: PGEO Kantongi Pembiayaan US$75 Juta dari Bank Mizuho untuk Proyek Panas Bumi

Sejalan dengan target pengembangan energi baru terbarukan (EBT) dalam RUPTL PLN 2025–2034, PGE menargetkan kapasitas terpasang mencapai 1 gigawatt (GW) pada 2028 dan meningkat menjadi 1,8 GW pada 2033. Saat ini perseroan mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan kapasitas terpasang 727 MW yang berkontribusi sekitar 70% terhadap kapasitas panas bumi nasional. 

Selain mencatatkan kinerja keuangan yang positif, PGE juga mempertahankan kinerja keberlanjutan dengan meraih skor ESG 7,1 dari Sustainalytics dan menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk daftar Top 50 Global ESG Companies 2025. 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra