Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Di Balik Safari Politik Jokowi ke NTT: Gajah Masuk Kandang Banteng

Di Balik Safari Politik Jokowi ke NTT: Gajah Masuk Kandang Banteng Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kembali menjadi perhatian usai melakukan safari politik ke Nusa Tenggara Timur (NTT). Manuvernya tersebut dinilai bakal memanaskan persaingan politik, khususnya dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Pemilu 2029.

Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul M. Jamiluddin Ritonga menilai safari politik menuju wilayah tersebut merupakan bagian upaya memperkuat Partai Solidaritas Indonesia (PSI). NTT selama ini dikenal sebagai salah satu basis tradisional PDIP.

Baca Juga: MBG Bukan Penyebab Sekolah Bobrok, BGN: Kan Enggak Mendadak Rusak Saat Prabowo Jadi Presiden

"NTT juga menjadi basis PDIP. Partai Megawati Soekarnoputri tentu tidak akan membiarkan begitu saja wilayah itu menjadi basis PSI," kata Jamiluddin, dikutip Senin (3/8/2026).

Jamiluddin melihat agenda tersebut merupakan bagian dari strategi memperbesar basis dukungan PSI. NTT menurutnya tengah digodok untuk menjadi salah satu "kandang gajah" mengingat daerah tersebut selama dua pemilihan presiden terakhir dikenal memberikan suara besar kepada Jokowi.

Menurutnya, rekam jejak pembangunan yang dilakukan mantan presiden tersebut selama menjadi presiden juga berpotensi digunakan untuk membangun kedekatan kembali dengan masyarakat dari NTT.

Namun, ia menilai modal tersebut belum tentu cukup untuk menggeser dominasi PDIP. Menurutnya, partai berlambang banteng itu telah lama mengakar di provinsi tersebut. PSI menurutnya tetap memiliki peluang meningkatkan perolehan suara, tetapi peningkatannya kemungkinan tidak akan terlalu besar karena kuatnya basis PDIP.

"Kalaupun ada kenaikan suara, tampaknya tidak akan signifikan," ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan partai tersebut nantinya tidak hanya ditentukan oleh popularitas dari Jokowi. Menurutnya, yang menjadi kunci adalah kemampuan partai membangun mesin organisasi yang mampu bersaing dengan jaringan politik PDIP di NTT.

Sebelumnya, Jokowi memberikan pesan tegas untuk PSI di NTT. Ia menegaskan bahwa keberhasilan partai tidak hanya ditentukan oleh struktur organisasi, tetapi juga oleh kemampuan setiap kader hadir secara konsisten di tengah kehidupan masyarakat.

PSI menurutnya tidak boleh kehilangan orientasi terhadap kehidupan sehari-hari rakyat karena kedekatan tersebut merupakan modal politik yang tidak bisa digantikan.

Baca Juga: Pengacara Lempar Pertanyaan Besar: Kalau Ijazah Jokowi Ternyata Dinyatakan Palsu, Indonesia Mau Apa?

"Jangan sampai kita kehilangan daya pijak, yaitu dekat dengan kehidupan sehari-hari rakyat kita. Kita harus hadir secara konsisten. PSI harus mampu menghadirkan manfaat yang nyata yang bisa langsung dirasakan oleh rakyat," ujarnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar