Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Legislator Asli NTT: Jokowi Ternyata Masih Suka Main Raja-rajaan

Legislator Asli NTT: Jokowi Ternyata Masih Suka Main Raja-rajaan Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Safari Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ke Nusa Tenggara Timur (NTT) menuai kritik dari legislator daerah setempat. Rangkaian kunjungan eks presiden itu dinilai tidak memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bahkan berpotensi memicu perpecahan di tingkat akar rumput hanya karena ingin bermain raja-rajaan di Indonesia Timur.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Timur I Andreas Hugo Pareira mengatakan bahwa agenda yang dijalankan politikus itu lebih mengarah pada kepentingan politik dibandingkan kepentingan masyarakat daerah yang dikunjungi, dalam hal ini NTT.

Baca Juga: APBD Defisit, Dedi Mulyadi Putuskan Tak Gelar MTQ Jabar 2026

"Bagi Jokowi dan partainya, jelas misinya untuk mendongkrak kepentingan elektoral dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Tapi bagi masyarakat? Tidak jelas misinya, malah justru memecah belah rakyat di akar rumput soal dia yang masih suka main raja-rajaan," kata Andreas, dikutip Selasa (4/8/2026).

Ia menilai aktivitas politik yang dilakukan mantan kepala negara itu lebih banyak menonjolkan simbol dan pencitraan dibandingkan membawa program yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat.

Adapun Andreas meyakini bawah tidak akan ada manfaat besar yang dihasilkan oleh safari yang dijalankan Jokowi. NTT menurutnya merupakan dapil dengan masyarakat yang sudah cukup kritis untuk membedakan kegiatan yang benar-benar lahir dari kepedulian terhadap daerah dengan aktivitas yang sarat kepentingan politik.

"Saya kira masyarakat ini cukup cerdas untuk melihat mana perilaku yang genuine (asli), dan mana perilaku penuh rekayasa hanya untuk kepentingan berkuasa dan kembali berkuasa," ujarnya.

Menurut Andreas, masyarakat kini tidak mudah terpengaruh oleh kegiatan yang bersifat seremonial apabila tidak diikuti dengan manfaat konkret. Ia menilai masyarakat lebih membutuhkan solusi terhadap persoalan pembangunan, ekonomi, hingga kesejahteraan dibandingkan agenda politik yang hanya menghadirkan keramaian sesaat.

Sebelumnya, Jokowi menghadiri sejumlah agenda bersama jajaran elite dari Partai Solidaritas Indonesia di Nusa Tenggara Timur. Ia dijadwalkan melakukan safari mulai dari 31 Juli hingga 2 Agustus 2026.

Salah satu agenda yang paling menyita perhatian publik adalah ketika mantan presiden itu dinobatkan sebagai Sesepuh Raja-Raja Timor di Festival dan Karnaval Gajah, Kota Kupang.

Adapun Jokowi juga memberikan wejangan sekaligus peringatan untuk PSI. Ia menekankan pentingnya partai tersebut untuk "napak tanah" alias menjaga kedekatan dengan masyarakat sebagai fondasi utama dalam membangun kekuatan politik menuju Pemilu 2029.

Baca Juga: 'Penebusan Dosa Kolektif,' Gibran Rakabuming Diminta Berhenti Menjadi Wakilnya Prabowo

"Jangan sampai kita kehilangan daya pijak, yaitu dekat dengan kehidupan sehari-hari rakyat kita. Kita harus hadir secara konsisten. PSI harus mampu menghadirkan manfaat yang nyata yang bisa langsung dirasakan oleh rakyat," ujarnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar