Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Iran Tak Ingin Selat Hormuz Seperti Selat Malaka

Iran Tak Ingin Selat Hormuz Seperti Selat Malaka Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah Iran secara resmi menolak proposal Oman yang mengusulkan mekanisme pengelolaan bersama Selat Hormuz dengan model yang mengacu pada Selat Malaka. Bagi Teheran, skema tersebut dinilai tidak mampu menjawab kekhawatiran mengenai keamanan nasional dan berpotensi mengurangi kendali Iran atas salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia.

Berdasarkan laporan Reuters, Oman sebelumnya mengajukan pembentukan mekanisme regional untuk mengelola Selat Hormuz melalui sistem "biaya sukarela". Dalam rancangan tersebut, pengelolaan selat tidak lagi berada di bawah kendali tunggal Iran, melainkan melibatkan mekanisme bersama yang diklaim telah mendapat dukungan regional.

Model yang ditawarkan merujuk pada pengelolaan Selat Malaka yang melibatkan Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Dalam sistem tersebut, kapal-kapal yang melintas memberikan kontribusi sukarela untuk mendukung keselamatan navigasi, perlindungan lingkungan, serta operasi pencarian dan penyelamatan.

Oman mengajukan konsep tersebut sebagai upaya mengurangi risiko terganggunya perdagangan global di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, yang memunculkan kekhawatiran akan potensi penutupan Selat Hormuz.

Namun, Iran menilai pendekatan tersebut tidak sejalan dengan kepentingan keamanannya.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional, Kazem Gharibabadi, menyatakan usulan pembagian rute transit itu belum mengakomodasi kekhawatiran utama Teheran terkait keamanan nasional.

Alih-alih menerapkan sistem seperti di Selat Malaka, Iran menawarkan mekanisme yang membagi tanggung jawab berdasarkan wilayah masing-masing. Dalam usulan tersebut, Iran akan mengelola pelayaran di sisi selat yang berada dalam wilayahnya, sementara Oman bertanggung jawab atas jalur di sisi sebaliknya.

Sementara itu, laporan jurnalis Al Jazeera menyebut Oman juga sempat mengusulkan skema tiga jalur pelayaran yang terdiri atas rute melalui perairan teritorial Iran, jalur internasional, dan perairan teritorial Oman.

Meski demikian, pembahasan kedua negara masih menghadapi sejumlah perbedaan mendasar. Perselisihan mencakup aturan lintasan kapal, pembagian beban biaya, penentuan otoritas pengatur, hingga mekanisme pembersihan ranjau laut.

Baca Juga: Mainkan 'Sanksi AS', Iran Kirim BBM ke China Lewat Laut China Selatan

Walaupun menolak proposal pengelolaan bersama, Iran memastikan komunikasi dengan Oman tetap berlanjut. Gharibabadi mengatakan pembahasan akan diteruskan secara bertahap untuk mencari titik temu yang dapat diterima kedua belah pihak.

Di saat yang sama, ia menegaskan Iran belum memiliki rencana membuka dialog langsung dengan Amerika Serikat terkait pengelolaan Selat Hormuz.

Penolakan tersebut menegaskan bahwa Iran belum bersedia menerapkan model pengelolaan Selat Hormuz seperti yang diterapkan di Selat Malaka. Bagi Teheran, aspek keamanan nasional tetap menjadi pertimbangan utama sehingga kendali atas jalur pelayaran strategis itu dinilai tidak dapat disamakan dengan mekanisme pengelolaan di kawasan lain.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: