Kredit Foto: Istimewa
Langkah politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang kini aktif mendorong penguatan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terus menjadi sorotan. Di tengah upaya menjadikan PSI sebagai kekuatan politik yang lebih besar pada Pemilu 2029, keterlibatan Jokowi dinilai bukan sekadar langkah spontan, melainkan bagian dari perhitungan politik yang matang.
Sutradara sekaligus penulis Fajar Nugros menilai karakter politik Jokowi selama ini menunjukkan kecenderungan mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan data dan hasil survei. Menurutnya, keterlibatan Jokowi dalam membesarkan PSI juga diyakini telah melalui kalkulasi tertentu.
Bagi Fajar, Jokowi bukan sosok yang mengambil keputusan politik secara spekulatif. Setiap langkah yang diambil disebut memiliki dasar perhitungan, sehingga keterlibatan mantan presiden dua periode itu dalam PSI dianggap memiliki tujuan yang lebih besar.
Kalo baca Pai Jokowi, ya dia tidak akan bergerak kalo ngga pegang data/ hasil survey yang meyakinkan..
— Fajar Nugros (@fajarnugros) August 2, 2026
Dia ngga ngasal. Perhitungan. Makanya nggak pernah keok. https://t.co/8ZcbStcifq
Manuver Jokowi memperkuat PSI muncul bersamaan dengan ambisi partai tersebut menghadapi Pemilu 2029. Jokowi bahkan mulai aktif memberikan arahan kepada kader PSI agar memperkuat struktur organisasi dan tidak hanya berfokus pada perolehan kursi di parlemen.
Saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PSI Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (1/8/2026), Jokowi meminta kader PSI tidak cepat merasa puas. Ia menekankan bahwa perjuangan partai tidak berhenti pada target masuk parlemen, tetapi juga membangun kekuatan politik hingga tingkat akar rumput.
Jokowi menyebut PSI memiliki target yang lebih besar dibanding sekadar mendapatkan kursi di Senayan. Namun, ia memilih belum membuka secara rinci target besar yang dimaksud.
Menurut Jokowi, kekuatan sebuah partai tidak hanya dilihat dari jumlah kursi legislatif, tetapi juga dari solidnya struktur organisasi. Karena itu, ia menargetkan agar kepengurusan PSI dapat terbentuk secara menyeluruh mulai dari tingkat DPRD hingga desa.
Selain memperkuat struktur partai, Jokowi juga meminta kader PSI untuk aktif berada di tengah masyarakat. Ia menekankan pentingnya kader mendengar persoalan warga dan ikut mencari solusi, bukan hanya muncul ketika momentum politik berlangsung.
Baca Juga: Rismon Disebut 'Rasional', Roy Suryo Tetap Bertahan Soal Ijazah Jokowi,
Dalam arahannya, Jokowi juga meminta kader menyelesaikan persoalan melalui jalur organisasi partai terlebih dahulu. Ia mengingatkan agar dirinya tidak menjadi tujuan pertama setiap kali kader menghadapi masalah.
Menurut Jokowi, kader dapat menggunakan struktur partai mulai dari tingkat daerah hingga pusat sebelum meminta bantuan langsung kepadanya. Meski tetap membuka ruang untuk membantu, ia meminta agar mekanisme organisasi benar-benar dijalankan.
Keterlibatan Jokowi dalam PSI menjadi perhatian karena menunjukkan arah baru aktivitas politiknya setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden. Dengan mendorong penguatan organisasi hingga tingkat bawah, langkah tersebut memperlihatkan upaya membangun fondasi politik PSI sebelum menghadapi persaingan Pemilu 2029.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: