Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kredit PMI Tanpa Jaminan hingga Program Rumah Singgah jadi Gebrakan Bupati Jembrana

Kredit PMI Tanpa Jaminan hingga Program Rumah Singgah jadi Gebrakan Bupati Jembrana Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah Kabupaten Jembrana terus mendorong berbagai program yang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Di bawah kepemimpinan Bupati I Made Kembang Hartawan, dua program unggulan disiapkan untuk memperkuat perekonomian keluarga sekaligus mengurangi beban biaya masyarakat, yakni Subsidi Kredit Pekerja Migran Indonesia (PMI) Jembrana Tanpa Bunga dan Tanpa Jaminan serta penyediaan Rumah Singgah bagi pasien rujukan di Denpasar.

Program Subsidi Kredit PMI dirancang untuk membuka akses masyarakat Jembrana bekerja di luar negeri tanpa terbebani biaya keberangkatan yang tinggi. Selain memberikan dukungan pembiayaan, pemerintah daerah juga memfasilitasi pelatihan dan sertifikasi bagi calon pekerja migran agar memiliki kompetensi teknis maupun kemampuan bahasa yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional.

Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan mengatakan, pemerintah daerah telah berkonsultasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait mekanisme dukungan pembiayaan tersebut.

"Berdasarkan hasil konsultasi dengan OJK dan BPK, pemerintah daerah diperbolehkan untuk memberikan dukungan dalam bentuk subsidi kepada pihak perbankan. Melalui skema Subsidi Kredit PMI Tanpa Bunga dan Tanpa Jaminan ini, calon tenaga kerja yang berencana bekerja di luar negeri cukup menunjukkan surat keterangan kerja (job letter) kepada bank untuk mendapatkan fasilitas tersebut," ujar Kembang Hartawan.

Melalui skema tersebut, calon pekerja migran dapat memperoleh pembiayaan keberangkatan tanpa bunga dan tanpa jaminan. Pemerintah berharap kebijakan ini dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pinjaman berbunga tinggi sekaligus memperluas kesempatan bekerja di luar negeri.

Dari sisi ekonomi daerah, peningkatan jumlah pekerja migran yang bekerja secara legal diharapkan mampu meningkatkan pendapatan keluarga melalui kiriman dana (remitansi). Dana tersebut dinilai dapat menjadi salah satu penggerak konsumsi masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di Jembrana.

Pemerintah Kabupaten Jembrana juga menyiapkan sistem pemantauan dan perlindungan bagi PMI selama bekerja di luar negeri. Setelah kembali ke daerah asal, mereka akan didorong untuk mengelola hasil pendapatan sebagai modal usaha produktif sehingga manfaat ekonomi dapat berlanjut.

Selain sektor ketenagakerjaan, pemerintah daerah juga menghadirkan Program Rumah Singgah di Denpasar untuk membantu masyarakat yang menjalani rujukan pengobatan ke rumah sakit tipe A.

Program ini ditujukan untuk mengurangi beban biaya akomodasi keluarga pasien yang harus mendampingi anggota keluarganya menjalani perawatan di rumah sakit rujukan di Denpasar.

"Dengan adanya rumah singgah ini, keluarga pasien dapat beristirahat dengan layak dan tenang tanpa harus tidur di selasar rumah sakit atau mengeluarkan biaya besar untuk penginapan," kata Kembang Hartawan.

Baca Juga: Dimulai di Bali, PLTS 100 GW Bakal Diresmikan Prabowo

Rumah singgah tersebut menyediakan fasilitas menginap tanpa biaya dengan kamar, tempat tidur, kamar mandi, serta dapur bersama yang dapat dimanfaatkan pasien rawat jalan maupun pendamping pasien rawat inap. Lokasinya yang berada di dekat rumah sakit rujukan juga diharapkan dapat menekan biaya transportasi dan mempermudah akses layanan kesehatan.

Melalui dua program tersebut, Pemerintah Kabupaten Jembrana berupaya menghadirkan kebijakan yang tidak hanya menyentuh aspek sosial, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Dukungan terhadap calon pekerja migran dan pengurangan beban pengeluaran keluarga pasien diharapkan dapat meningkatkan ketahanan ekonomi rumah tangga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: