Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

'Mereka Tidak Suka Saya' Purbaya Ngaku Jadi Menteri Paling Tak Beruntung di Dunia

'Mereka Tidak Suka Saya' Purbaya Ngaku Jadi Menteri Paling Tak Beruntung di Dunia Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku memiliki pengalaman yang tak biasa sejak dipercaya menjadi Bendahara Negara. Di hadapan pelaku industri otomotif, ia berkelakar menceritakan curhatannya ke IMF dan World Bank. 

Pada waktu itu, Purbaya mengaku menyebut dirinya sebagai menteri paling tidak beruntung di dunia karena harus menghadapi berbagai tekanan, mulai dari gejolak politik dalam negeri hingga krisis global.

Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya saat menghadiri Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) di ICE BSD City, Tangerang, Selasa (4/8/2026). 

"Ketika saya pergi ke pertemuan IMF dan World Bank bulan April terakhir, saya bilang kepada mereka saya adalah menteri paling tidak beruntung di dunia," kata Purbaya.

Baca Juga: Purbaya Berani Jamin Ekonomi! 'Nggak Usah Khawatir Selama Saya Menteri Keuangan'

Menurutnya, berbagai persoalan langsung datang silih berganti sejak dirinya menjabat sebagai Menteri Keuangan.

"Ketika saya menjabat, saya menghadapi demonstrasi yang besar. Setelah kami menstabilkan demo, saya menghadapi MSCI," ujarnya.

Belum selesai dengan persoalan tersebut, Purbaya mengatakan pemerintah kembali menghadapi tekanan lain dari lembaga pemeringkat internasional hingga konflik geopolitik.

"Kemudian, saya menghadapi berita negatif dari Fitch dan Moody's. Setelah kami menyelesaikan semuanya, kemudian ada perang di Iran," cerita Purbaya.

Tak hanya tekanan eksternal, Purbaya juga mengaku sempat diragukan oleh sejumlah ekonom terkait kemampuannya memimpin Kementerian Keuangan.

"Mereka tidak menyukai saya. Mereka bilang menterinya tidak cukup bagus," ucap Purbaya.

Meski demikian, ia menilai seluruh keraguan tersebut berhasil dijawab melalui kinerja pemerintah. Menurutnya, koordinasi kebijakan fiskal dan moneter mampu menjaga ekonomi Indonesia tetap tumbuh di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.

"Faktanya, kami menjalankan kebijakan fiskal dan moneter di tengah kondisi ekonomi dan politik yang sangat tidak pasti, tetapi kami masih berhasil tumbuh lebih dari lima persen. Ini adalah pencapaian menurut saya," ungkapnya.

Baca Juga: Ustaz Kondang Semprot Prabowo: Ya Allah, Istighfar Terus Jadi WNI

Purbaya mengatakan pemerintah akan terus menjaga momentum tersebut. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam dua kuartal terakhir telah berada di atas 5,4 persen dan ditargetkan mendekati 6 persen pada paruh kedua tahun ini.

Dengan prospek tersebut, Purbaya optimistis permintaan domestik akan semakin kuat sehingga memberikan peluang lebih besar bagi dunia usaha untuk berkembang.

"Demand akan lebih kuat. Bisnis Anda akan berkembang. Ada indikasi awal bahwa ekonomi kita akan terus membaik dan permintaan juga akan meningkat," ujar Purbaya.

Ia pun memastikan pemerintah akan terus menciptakan iklim yang mendukung dunia usaha agar dapat berkembang secara maksimal.

"Saya akan ciptakan demand yang kuat, sehingga Anda bisa berkembang dengan maksimal di sini, berbisnis dengan baik dan memberi keuntungan yang baik," ungkapnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Tag Terkait: