Kredit Foto: Istimewa
Halmahera Selatan mencatatkan capaian positif dalam penyerapan tenaga kerja, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Maluku Utara, Daud Djubedi, mengungkapkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di kabupaten berhasil ditekan hingga kisaran 2 persen, menjadikannya yang terendah di Provinsi Maluku Utara.
Daud Djubedi, mengatakan tren penurunan pengangguran terus terjadi dalam beberapa tahun terakhir. “Berdasarkan data BPS, TPT kita saat ini ada di angka 2 persen dan ini terus mengalami penurunan," ujar Daud saat ditemui di Bacan, Kamis (30/7/2026).
Menurut Daud, salah satu faktor utama yang mendorong tingginya penyerapan tenaga kerja adalah berkembangnya aktivitas industri pertambangan dan hilirisasi nikel, khususnya di Pulau Obi.
Ia menyebut sebagian besar angkatan kerja di Halmahera Selatan kini telah terserap ke sektor industri tersebut.
“Untuk jumlah riil angkanya saya tidak menghafal detailnya, tetapi secara persentase adalah 2 persen. Pekerja kita memang banyak yang terserap di industri pertambangan," jelasnya.
Berdasarkan data BPS, tingkat pengangguran terbuka di Halmahera Selatan konsisten di kisaran 2 persen, pada Agustus 2023 mencapai 2,44 persen lalu sempat menyentuh 2,00 persen pada 2024, dan menyentuh 2,5 persen pada 2025. Fluktuasi ini juga dipengaruhi peningkatan jumlah penduduk
Daud pun menargetkan angka pengangguran terus ditekan hingga mencapai 1,91 persen pada 2027.
Target tersebut akan ditempuh melalui dua strategi utama, yakni meningkatkan kesiapan tenaga kerja lokal agar lebih mudah masuk ke dunia kerja formal serta mendorong lahirnya wirausaha baru melalui berbagai program pelatihan dan pemberdayaan masyarakat.
"Melalui dua skema ini, kami optimistis penurunan TPT Halmahera Selatan dapat tercapai secara terukur," kata Daud.
Kontribusi sektor industri terhadap penyerapan tenaga kerja juga tercermin di Harita Nickel yang beroperasi di Pulau Obi. Hingga Semester I 2026, sekitar 45 persen dari total karyawan Indonesia perusahaan berasal dari Maluku Utara, menunjukkan semakin besarnya keterlibatan tenaga kerja lokal dalam mendukung industri hilirisasi nikel.
Baca Juga: Prabowo Minta Kewajiban Hilirisasi Pemegang Eks PKP2B Dijalankan Sesuai Aturan
Baca Juga: PTBA Perkenalkan BA Grow, Produk Hilirisasi Batubara untuk Pertanian
Selain membuka lapangan kerja, Harita Nickel juga menjalankan berbagai program pengembangan kompetensi masyarakat. Salah satunya melalui Program PELITA (Pelatihan dan Pendidikan Vokasi Terintegrasi) yang membekali pemuda Pulau Obi dengan keterampilan sesuai kebutuhan industri.
Sejak diluncurkan pada 2024, program tersebut telah melatih pemuda Pulau Obi dan sekitarnya melalui berbagai bidang keahlian, mulai dari operator alat berat, operator overhead crane, pelatihan Bahasa Mandarin vokasi, hingga teknisi AC. Peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan teori dan praktik, tetapi juga pengalaman magang di lingkungan kerja serta sertifikasi kompetensi, sehingga memiliki peluang lebih besar untuk terserap ke dunia kerja.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: