Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

IHSG Ditutup Naik 0,50% ke Level 6.351, Transaksi Tembus Rp14,9 Triliun

IHSG Ditutup Naik 0,50% ke Level 6.351, Transaksi Tembus Rp14,9 Triliun Kredit Foto: Uswah Hasanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Rabu (5/8/2026) di zona hijau setelah bergerak menguat sepanjang sesi. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup naik 31,52 poin atau 0,50% ke level 6.351,13.

Aktivitas perdagangan juga berlangsung cukup ramai. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp14,92 triliun, dengan volume perdagangan 40,25 miliar saham dalam 2,33 juta kali transaksi.

Penguatan IHSG ditopang mayoritas saham yang ditutup di zona positif. Sebanyak 406 saham menguat, 208 saham melemah, dan 178 saham lainnya ditutup tidak berubah (stagnan).

Dalam riset hariannya, Phintraco Sekuritas memperkirakan pergerakan IHSG berada di area support 6.250, pivot 6.300, dan resistance 6.400. Optimisme tersebut muncul setelah IHSG ditutup menguat 1,37% ke level 6.319,61 pada perdagangan sebelumnya.

Secara teknikal, peluang kenaikan masih terbuka. Indikator MACD menunjukkan histogram yang semakin positif, sementara Stochastic RSI melanjutkan sinyal pembalikan arah (reversal). 

"Kondisi ini dinilai dapat mendorong IHSG bergerak menuju kisaran 6.370-6.400 dalam jangka pendek," tulis riset Phintraco Sekuritas.

Baca Juga: OJK Pamer IHSG Sudah Mulai Bangkit Usai Anjlok Hampir 20%

Baca Juga: IHSG Diproyeksi Menuju 6.400, Ini 5 Saham yang Bisa Dipilih

Baca Juga: OJK Kejar Aturan Demutualisasi BEI Rampung Pekan Kedua September 2026

Dari sisi fundamental, perhatian investor juga tertuju pada rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2026. Konsensus pasar memperkirakan ekonomi nasional tumbuh sekitar 5,1% secara tahunan atau year on year (yoy), sedikit lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 5,61% (yoy) pada kuartal sebelumnya.

Meski demikian, prospek ekonomi domestik dinilai tetap solid. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini pertumbuhan ekonomi akan tetap terjaga berkat peningkatan investasi, kuatnya konsumsi rumah tangga, serta sinergi kebijakan antara pemerintah dan otoritas.

Berbagai program seperti perlindungan sosial, stabilisasi harga pangan dan energi, penciptaan lapangan kerja, hingga stimulus ekonomi juga diperkirakan akan menopang aktivitas ekonomi nasional.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Annisa Nurfitri