Kembali Berkarir di Bank Dunia, Sri Mulyani Pimpin Tugas Penggalangan Dana untuk Negara Miskin
Kredit Foto: Alfida Rizky Febrianna
Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mendapat kepercayaan baru di tingkat internasional setelah ditunjuk oleh Bank Dunia sebagai Ketua Bersama Independen (Independent Co-Chair) dalam proses pengisian kembali pendanaan putaran ke-22 Asosiasi Pembangunan Internasional (International Development Association/IDA22).
Tugas baru ini diterima oleh Sri Mulyani setelah sebelumnya dilepas dari Kementerian Keuangan oleh Presiden Prabowo Subianto pada September 2025 dan digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa
Dalam peran barunya ini, Sri Mulyani akan memimpin upaya strategis menghimpun dukungan kebijakan dan pendanaan bagi negara-negara termiskin di dunia melalui proses replenishment IDA22.
Bank Dunia menyatakan Sri Mulyani memimpin proses pengisian kembali pendanaan IDA22 bersama Paschal Donohoe yang menjabat sebagai Managing Director sekaligus Chief Knowledge Officer Grup Bank Dunia.
Sri Mulyani terpilih melalui proses seleksi yang dilakukan komite pencarian yang terdiri atas perwakilan negara donor dan negara peminjam. Bank Dunia menilai mantan Menteri Keuangan RI tersebut sebagai salah satu figur paling berpengalaman dalam bidang pembiayaan pembangunan.
IDA merupakan salah satu sumber pembiayaan pembangunan terbesar di dunia yang berfokus pada upaya pengentasan kemiskinan ekstrem. Lembaga ini menyediakan pinjaman berbunga nol atau rendah serta hibah bagi negara-negara berpendapatan rendah.
IDA memiliki tujuan mengurangi kemiskinan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di negara-negara penerima manfaat. Sejak didirikan pada 1960, IDA telah melayani 78 negara dan menjadi penyedia utama pembiayaan untuk berbagai layanan sosial dasar.
Selama lebih dari enam dekade, IDA menjadi mitra strategis dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan global. Dukungan yang diberikan mencakup pembiayaan untuk penciptaan lapangan kerja, peningkatan akses terhadap air bersih, pendidikan, hingga penyediaan listrik.
Baca Juga: Putin Guncang Kyiv, Ukraina Klaim Rusia Kehilangan 30.000 Personel pada Juli
Pendekatan yang diterapkan IDA menempatkan negara penerima sebagai pihak yang memimpin arah pembangunan menuju kemandirian. Hingga kini, sebanyak 35 negara telah berhasil keluar dari status sebagai peminjam IDA, di antaranya China, India, Korea Selatan, dan Vietnam.
Bank Dunia menilai keberhasilan sejumlah negara tersebut, yang kemudian kembali berkontribusi sebagai donor, menjadi salah satu tonggak penting dalam upaya pengentasan kemiskinan global.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: