Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

'Purbaya Cuma Omon-omon, Dia Ditenggelamkan Janji Manisnya Sendiri'

'Purbaya Cuma Omon-omon, Dia Ditenggelamkan Janji Manisnya Sendiri' Kredit Foto: Cita Auliana
Warta Ekonomi, Jakarta -

Penunjukan Sri Mulyani Indrawati sebagai Ketua Bersama Asosiasi Independen Pembangunan Internasional (IDA) Bank Dunia memicu beragam respons.

Di tengah kabar tersebut, pegiat media sosial Jhon Sitorus melontarkan kritik tajam kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sembari memberikan apresiasi terhadap capaian Sri Mulyani di panggung internasional.

Menurut Jhon, kepercayaan yang diberikan Bank Dunia kepada Sri Mulyani menjadi bukti bahwa reputasi mantan Menteri Keuangan itu tetap diakui secara global, meski sebelumnya sempat menjadi sasaran berbagai kritik.

"Yang direndahkan di negara sendiri, kini diberi amanah yang jauh lebih besar pada level dunia," tulis Jhon Sitorus dalam akun X.

Baca Juga: Utang Kopdes Tembus Rp240 Triliun, Purbaya: Kita Cicil Pakai APBN

Ia kemudian menilai berbagai tudingan terhadap Sri Mulyani perlahan terbantahkan oleh pencapaian yang diraihnya. Di sisi lain, Jhon turut menyindir Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

"Perlahan-lahan, fitnah yang dituduhkan ke beliau rontok sendirinya," katanya. 

"Terbukti, Purbaya cuma bisa omon-omon. Dia ditenggelamkan oleh janji manisnya sendiri," lanjutnya.

Jhon pun menutup pernyataannya dengan ucapan selamat kepada Sri Mulyani atas amanah baru yang diterima di tingkat internasional.

"Selamat bu Sri Mulyani, kelas anda memang bukan mengurusi 1 negara lagi tetapi lintas negara di dunia," pungkas Jhon Sitorus.

Diberitakan sebelumnya, Bank Dunia resmi menunjuk Sri Mulyani sebagai Ketua Bersama Asosiasi Independen Pembangunan Internasional (IDA) dalam proses pengisian kembali pendanaan atau replenishment IDA22.

Baca Juga: Isu Pemakzulan Gak Ngaruh! Survei Ungkap 78,7% Rakyat Puas terhadap Kinerja Prabowo-Gibran

Dalam peran tersebut, Sri Mulyani dipercaya memimpin upaya memperkuat dukungan kebijakan dan pendanaan bagi salah satu program terbesar Bank Dunia yang ditujukan untuk membantu negara-negara berpenghasilan rendah.

Ia juga akan berperan mendorong komitmen dari negara-negara donor maupun negara peminjam guna memperkuat pendanaan IDA22.

"Sri Mulyani terpilih untuk posisi ini dari daftar kandidat yang diseleksi oleh komite pencarian yang terdiri dari perwakilan negara donor dan peminjam," tulis Bank Dunia dalam laman resminya.

Sementara itu, kritik terhadap Purbaya sebelumnya juga disampaikan ekonom senior Ferry Latuhihin. Ia bahkan mendesak agar Menteri Keuangan tersebut dicopot dari jabatannya karena menilai kondisi ekonomi Indonesia membutuhkan sosok yang memahami mekanisme ekonomi secara menyeluruh.

Ferry mengaku sejak awal tidak sepakat dengan penunjukan Purbaya sebagai pengganti Sri Mulyani. Ia menyebut telah mengenal rekam jejak Purbaya sejak keduanya berada di Danareksa Institute pada tahun 2000.

“Dia tidak paham ekonomi sama sekali,” kata Ferry dalam kanal YouTube miliknya.

Sebagai contoh, Ferry menyoroti kebijakan pemindahan saldo anggaran lebih (SAL) ke bank-bank Himbara. Menurutnya, langkah tersebut tidak tepat karena dilakukan ketika industri perbankan justru tengah mengalami kelebihan likuiditas dengan kredit menganggur yang disebut mencapai Rp2.735 triliun.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri