Kualitas Hidup di Jabar Masih Rendah, Dedi Mulyadi: Warganya Hampir 55 Juta, Perlu Tenaga Ekstra
Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi mengakui upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayahnya bukan pekerjaan ringan. Salah satu tantangan terbesar adalah jumlah penduduk wilayahnya yang sangat besar, mencapai hampir 55 juta jiwa.
Dedi menilai pemerintah tidak bisa hanya mengejar pertumbuhan angka dalam hal indeks pembangunan manusia (IPM). Ia menegaskan hal itu juga harus dibarengi kepastian bahwa pembangunan benar-benar berdampak terhadap pendidikan, kesehatan dan kemampuan daya beli masyarakat di Jabar.
Baca Juga: APBD Makin Terjepit, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Akhirnya Evaluasi Dana Hibah Rp662 Miliar
"Karena penduduknya juga banyak, hampir 55 juta jiwa, perlu tenaga ekstra dan perlu kerja keras kita semua," ungkap Dedi, dikutip Senin (10/8/2026).
IPM pada dasarnya menggambarkan beberapa aspek penting kehidupan masyarakat, terutama kualitas pendidikan, kesehatan serta standar hidup atau daya beli. Ia mengakui bahwa provinsinya masih kesulitan untuk menembus level sepuluh besar secara nasional di Indonesia.
Namun Dedi melihat adanya perkembangan positif pada 2025. Berdasarkan data terbaru, pertumbuhan indeks pembangunan manusia wilayahnya pada tahun tersebut disebut menjadi yang tertinggi secara nasional, dengan kenaikan hampir satu persen.
"Di 2025, kenaikan indeks pembangunan manusi-nya atau kualitas hidup terbaiknya itu justru peringkat pertama nasional, hampir satu persen kenaikannya," ujar Dedi.
Dedi menekankan bahwa pembangunan menjadi salah satu instrumen penting untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat. Ia berharap pembangunan yang dilakukan pemerintah daerah secara bertahap mampu meningkatkan capaian indeks pembangunan manusia sekaligus memperkecil kesenjangan antardaerah.
"Semoga dengan pembangunan yang terus dilaksanakan, bisa tembus 10 besar," ujarnya.
Bagi Dedi, tantangan utama bukan sekadar mengejar peringkat. Dengan jumlah penduduk yang sangat besar, setiap peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan dan daya beli harus menjangkau masyarakat dalam skala yang luas.
Baca Juga: Jokowi Tak Mengada-ada Soal Targetnya di 2029: PSI Masuk Empat Besar
Dedi oleh karenanya mengajak seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat untuk bekerja lebih keras agar perbaikan kualitas hidup tidak berhenti pada kenaikan statistik, tetapi benar-benar dirasakan warga dari Jabar.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar