Subsidi Tembus Rp331 Triliun, Konsumsi BBM-LPG dan Listrik Bersubsidi Malah Ikut Naik
Kredit Foto: YouTube Sekretariat Presiden
Konsumsi sejumlah produk bersubsidi di masyarakat justru meningkat ketika pemerintah menggelontorkan pembayaran subsidi dan kompensasi yang jauh lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Hingga akhir Agustus 2026, volume BBM mencapai 11.578 ribu kiloliter, konsumsi LPG 3 kilogram mencapai 5,04 juta kilogram, sementara pelanggan listrik bersubsidi menembus 43,3 juta pelanggan.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan konsumsi BBM bersubsidi tumbuh 8,8% secara tahunan atau year on year (yoy). Pada periode yang sama, konsumsi LPG 3 kg meningkat 2,6% yoy dan jumlah pelanggan listrik bersubsidi bertambah 2,1%.
Kenaikan konsumsi tersebut berjalan beriringan dengan meningkatnya pembayaran subsidi dan kompensasi yang dilakukan pemerintah kepada PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero). Pemerintah hingga 31 Agustus 2026 telah membayarkan Rp331,4 triliun untuk kedua pos tersebut.
Angka itu terdiri atas pembayaran subsidi sebesar Rp177,1 triliun dan kompensasi Rp154,4 triliun. Realisasi tersebut telah mencapai 74,2% dari target anggaran yang ditetapkan dalam APBN 2026.
"Realisasi subsidi dan kompensasi sudah kita bayarkan Rp 331,4 triliun dan pembayaran kompensasi itu sekarang dilakukan bulanan dan pembayaran subsidi juga dilakukan bulanan kepada PLN dan Pertamina," ujar Suahasil dalam konferensi pers APBNKita di Jakarta Pusat, Jumat (18/9/2026).
Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, kenaikannya terlihat cukup besar. Hingga Agustus 2025, pembayaran subsidi dan kompensasi kepada PLN dan Pertamina baru mencapai Rp218 triliun.
"Tahun lalu sampai dengan akhir Agustus yang sudah dibayarkan ke PLN dan Pertamina itu Rp 218 triliun. Tahun ini sampai dengan Agustus yang sudah dibayarkan itu Rp 331 triliun, Rp 100 triliun lebih tinggi dibandingkan tahun lalu," kata Suahasil.
Dengan demikian, pembayaran subsidi dan kompensasi hingga Agustus 2026 meningkat sekitar Rp113,4 triliun dibandingkan periode yang sama pada 2025. Secara tahunan, Suahasil mencatat pembayaran tersebut tumbuh 52,1%.
Pemerintah menjelaskan pembayaran yang lebih tinggi dilakukan agar Pertamina dan PLN memiliki ruang yang cukup dalam mengelola keuangan perusahaan. Dengan kondisi tersebut, pemerintah berharap produk-produk yang mendapatkan subsidi tetap tersedia dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.
Namun, pada saat yang sama, data pemerintah menunjukkan penggunaan sejumlah produk subsidi juga mengalami pertumbuhan. Kenaikan konsumsi tersebut tercermin dari BBM, LPG 3 kg, hingga jumlah pelanggan listrik yang mendapatkan subsidi.
Selain BBM yang tumbuh 8,8%, konsumsi LPG 3 kg tercatat meningkat 2,6% yoy menjadi 5,04 juta kilogram. Jumlah pelanggan listrik bersubsidi juga naik 2,1% yoy hingga mencapai 43,3 juta pelanggan.
Suahasil juga menyebut kenaikan terjadi pada komoditas dan program lain yang mendapat dukungan pemerintah. Volume pupuk meningkat 23%, sedangkan jumlah debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR) tumbuh 5,9%.
Baca Juga: Whoosh Tak Pakai APBN, Tapi Kemenkeu Masih Hitung Nilai Saham dan Kewajibannya
"Volume pupuk naik 23%, debitur KUR jumlah juta debitur yang naik 5,9%. Ekonominya berjalan terus, salah satunya didukung oleh barang-barang yang harganya diatur oleh pemerintah, memang ada subsidi, kompensasi yang kita bayarkan dan tahun ini pun kita bayarkan lebih tinggi dibandingkan pembayaran subsidi dan kompensasi tahun 2025," bebernya.
Pemerintah melihat kenaikan konsumsi tersebut sebagai salah satu indikasi aktivitas ekonomi yang tetap berjalan. Barang dan program yang mendapatkan dukungan pemerintah dinilai ikut menopang kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga aktivitas ekonomi.
Di sisi lain, tingginya realisasi pembayaran membuat pos subsidi dan kompensasi menjadi salah satu komponen belanja yang perlu terus diperhatikan hingga akhir tahun anggaran. Hingga Agustus saja, pemerintah telah merealisasikan hampir tiga perempat dari target yang ditetapkan dalam APBN 2026.
Kombinasi antara kenaikan pembayaran dan meningkatnya konsumsi menunjukkan besarnya peran subsidi dalam menopang kebutuhan energi serta sejumlah aktivitas ekonomi masyarakat. Pemerintah pun terus melakukan pembayaran secara berkala kepada Pertamina dan PLN agar ketersediaan produk bersubsidi tetap terjaga hingga akhir tahun.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama