Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Stok Dunia Menipis, Krisis BBM Global Sudah di Depan Mata

Stok Dunia Menipis, Krisis BBM Global Sudah di Depan Mata Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Krisis pasokan bahan bakar minyak (BBM) global mulai memasuki fase mengkhawatirkan. Sejumlah petinggi perusahaan minyak Amerika Serikat (AS) memperingatkan bahwa dunia kini menghadapi krisis bahan bakar akibat menyusutnya persediaan minyak dan terganggunya jalur pasokan energi.

Mengutip laporan Seeking Alpha, CEO Chevron, Mike Wirth, menilai berbagai penyangga pasokan yang sebelumnya mampu meredam gejolak harga minyak kini semakin terkuras, sehingga ruang bagi pasar untuk menghadapi gangguan baru semakin tipis.

Peringatan tersebut muncul ketika konflik di Timur Tengah terus mengganggu arus minyak global. Penutupan atau pembatasan aktivitas di Selat Hormuz telah menghambat distribusi minyak dari kawasan Teluk, sementara serangan terhadap infrastruktur energi Arab Saudi semakin memperburuk kondisi pasokan.

Serangan terhadap jaringan pipa East-West Saudi Arabia bahkan memaksa penghentian sementara jalur yang selama ini menjadi alternatif penting untuk mengangkut minyak dari kawasan Teluk menuju Laut Merah. Gangguan tersebut berpotensi memangkas pasokan minyak global dalam jumlah besar.

Kondisi ini semakin diperparah oleh berkurangnya stok komersial dan cadangan strategis yang sebelumnya digunakan untuk menahan dampak gangguan pasokan. 

Wirth sebelumnya telah memperingatkan bahwa cadangan penyangga minyak global semakin terkuras dan kondisi tersebut dapat mendorong harga minyak lebih tinggi dalam beberapa bulan ke depan. 

Tekanan paling besar terlihat pada pasar diesel. Di AS, harga diesel telah menembus rekor sekitar US$6 per galon. Kondisi tersebut mencerminkan semakin ketatnya pasokan produk olahan minyak, terutama ketika sejumlah kilang di berbagai kawasan mengalami gangguan.

Baca Juga: Sampaikan Permohonan Maaf, Pertamina Patra Niaga Maksimalkan Layanan BBM di SPBU Makassar

Baca Juga: Harga Minyak Melonjak di Atas 3%, Serangan Saudi dan Selat Hormuz Picu Kekhawatiran Pasokan

Selain konflik di Timur Tengah, serangan terhadap fasilitas pengolahan minyak Rusia juga turut mengurangi ketersediaan produk bahan bakar di pasar internasional. Reuters melaporkan ekspor diesel Rusia dan kawasan Teluk telah berkurang sekitar 1,6 juta barel per hari sejak Februari 2026. 

Situasi tersebut membuat pasar minyak global tidak hanya menghadapi persoalan harga minyak mentah, tetapi juga kekurangan produk BBM siap pakai. Diesel menjadi salah satu komoditas yang paling rentan karena digunakan secara luas untuk transportasi, industri, logistik, dan sektor pertanian.

Di tengah kondisi tersebut, pemerintahan Presiden Donald Trump menyebut gangguan pasar energi sebagai kondisi sementara dan tengah mempertimbangkan sejumlah langkah untuk meningkatkan pasokan, termasuk peningkatan produksi minyak Venezuela serta upaya memperbesar kapasitas pengolahan di AS.

Namun, pelaku industri menilai pemulihan pasokan tidak bisa berlangsung dalam waktu singkat. Kerusakan infrastruktur energi dan gangguan jalur perdagangan membuat pasar membutuhkan waktu untuk kembali normal.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra