Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Zulhas Akui Program MBG Banyak Maling, Pemerintah Janji Tertibkan

Zulhas Akui Program MBG Banyak Maling, Pemerintah Janji Tertibkan Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengakui masih terjadi praktik curang dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah menyatakan tengah menertibkan oknum yang terlibat melalui proses hukum.

Zulhas, sapaan Zulkifli Hasan, mengatakan praktik penyalahgunaan tersebut menjadi salah satu hal yang masih harus dibenahi dalam program strategis Presiden Prabowo Subianto.

"Ada juga yang enggak berhasil kita akui. Misalnya makanan bergizi, betul banyak culas, banyak maling di situ, banyak penyalahgunaan. Kita akui diproses hukum sudah. Kita bekerja keras sekarang untuk ditertibkan. Sudah mulai tanda-tanda 1-2 bulan ini, kasih waktu kita akan selesaikan," tegasnya dalam acara Penandatanganan Perjanjian Penyaluran Dana Proyek RBP REDD+ Green Climate Fund (GCF) Output 2 untuk 10 Provinsi di Kantor Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Menurut Zulhas, pemerintah masih melakukan penertiban terhadap pelaksanaan program tersebut. Dia meminta waktu untuk menyelesaikan persoalan yang ditemukan dalam penyaluran MBG.

Selain MBG, Zulhas mengakui masih terdapat persoalan dalam pelaksanaan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Salah satu persoalan yang disoroti adalah lokasi pembangunan koperasi yang dinilai tidak strategis.

"Ada juga pekerjaan yang besar membangun koperasi 80.000, tidak gampang. Oh ada yang di gunung, ya kita tertibkan. Kalau di gunung orang enggak bisa naik, mobil enggak bisa naik, masa ada. Nah, itu ya kita tertibkan," serunya.

Zulhas mengatakan pemerintah masih memeriksa penyebab persoalan tersebut sebelum melakukan penertiban.

"Tapi saya lagi cek di mana, apa sebab dan kenapa. Kita akan tertibkan gitu. Itu contoh-contoh yang belum berhasil," dia menekankan.

Persoalan lain yang menjadi perhatian pemerintah adalah kesejahteraan nelayan yang tercermin dari Nilai Tukar Nelayan (NTN). Zulhas mengatakan NTN masih berada di level 103, jauh dari target pemerintah sebesar 120.

Angka tersebut juga masih berada di bawah Nilai Tukar Petani (NTP) yang telah mencapai 127,84 per Juli 2026.

"Juga lagi yang belum berhasil, mengangkat nasib nelayan. Kalau petani karbohidrat padi, nilai tukar dari 116 sudah kita naik 127 sudah jauh. Nelayan itu masih 103. Dia kalau enggak dibantu beras, enggak dibantu dana cash, enggak bisa sekolah anaknya. Kenapa nelayan, nelayan sampai paling miskin itu nelayan, 103," ungkapnya.

Baca Juga: Mahfud MD Curiga Ada Barter Kasus Korupsi MBG dan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Baca Juga: Makin Ketat, Menu MBG Wajib Dimakan Sebelum Empat Jam

Baca Juga: Zulhas Buka-bukaan! Pernah Dikasih Dana Rp890 Miliar oleh George Soros

Zulhas mengatakan pemerintah akan memfokuskan kebijakan untuk meningkatkan NTN hingga mencapai target 120.

"Sedih kita, itu saudara kita. Nah, itu yang tidak boleh terjadi di negara Pancasila. Enggak boleh terjadi! Kita enggak boleh merasa itu bukan saudara kita, itu saudara kita, sebangsa dan setanah air. Harus kita angkat. Itulah kebijakan Pak Prabowo tahun ini kita akan fokus nelayan dari 103, doakan mudah-mudahan kita bisa kejar sampai 120," tuturnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Editor: Annisa Nurfitri