Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dari Operator Istana ke 'Menteri Hantu': Kisah Jatuhnya Kekuasaan Pratikno di Era Prabowo

Dari Operator Istana ke 'Menteri Hantu': Kisah Jatuhnya Kekuasaan Pratikno di Era Prabowo Kredit Foto: Uswah Hasanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Jurnalis senior Hersubeno Arief mengungkapkan bahwa Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno pernah menjadi operator politik utama di era Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).

Saat menjabat sebagai Menteri Sekretaris Negara, Pratikno selalu dilibatkan dalam berbagai aspek pemerintahan, termasuk pergantian kabinet.

"Pratikno itu juga kehilangan posisi penting yang krusial dari seorang presiden di era Joko Widodo yakni sebagai operator politik utama istana," ujar Hersu dalam kanal YouTube Hesubeno Point, dikutip Rabu (12/8).

"Di era Jokowi, Pratikno itu berperan sangat penting dalam seluruh aspek pemerintahan termasuk juga pergantian kabinet, reshuffle kabinet, dan sebagainya, Pak Pratik pasti dilibatkan," imbuhnya.

Selain itu, Pratikno juga berperan mengkomunikasikan kepentingan Jokowi ke DPR.

Namun menurut Hersu, di masa Presiden Prabowo Subianto, meski jabatan Menko PMK secara struktural terlihat sebagai “promosi” dari posisi Mensesneg, Pratikno justru kehilangan kendali birokrasi dan tidak lagi menjadi pintu masuk ke Prabowo.

Hersu menggambarkan posisi Pratikno di Kabinet Merah Putih sebagai sosok “antara ada dan tiada.”

Baca Juga: Jadi Orang Dekat Jokowi, Kabar Pratikno Tinggalkan Kabinet Prabowo Makin Liar

"Sekarang kendati dia tetap berada di kabinet dengan posisi sebagai Menko, keberadaan Pratikno itu antara ada dan tiada," jelasnya.

Ditambah lagi, hubungan Jokowi dengan Prabowo tidak lagi seerat dulu. Presiden Prabowo disebut tidak lagi intens berkunjung ke Solo, yang sebelumnya menjadi simbol kedekatan politik dengan Jokowi.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya