Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Jokowi Konfirmasi Hadir di Sidang Tahunan MPR dan HUT RI, Sekaligus Jawab Isu Keretakan Prabowo-Gibran

Jokowi Konfirmasi Hadir di Sidang Tahunan MPR dan HUT RI, Sekaligus Jawab Isu Keretakan Prabowo-Gibran Kredit Foto: Vico - Biro Pers Sekretariat Presiden
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden ke-7 RI Joko Widodo memastikan dirinya akan menghadiri dua agenda kenegaraan penting pada Agustus 2026. Jokowi menyatakan bakal hadir dalam Sidang Tahunan MPR pada Jumat (14/8/2026) dan upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka pada Senin (17/8/2026).

Kepastian tersebut disampaikan Jokowi saat ditemui di kediamannya di kawasan Sumber, Solo, Jawa Tengah, Rabu (12/8/2026). Ia mengatakan undangan untuk menghadiri kedua agenda tersebut telah diterimanya.

"Hadir insyaallah hadir. Karena undangannya juga sudah kita terima. Hadir," ujar Jokowi.

Jokowi belum membeberkan pakaian yang akan dikenakannya dalam dua agenda kenegaraan tersebut. Ia hanya menyebut persiapan pakaian untuk menghadiri acara telah disiapkan oleh istrinya.

Kehadiran Jokowi dalam Sidang Tahunan MPR sebelumnya juga telah dipastikan setelah Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah menyerahkan langsung undangan kepada mantan presiden tersebut. Undangan itu diberikan atas amanat pimpinan MPR untuk menghadiri Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama DPD dan DPR RI.

"Kami dari MPR. Saya Sekjen MPR RI mendapat amanat dari pimpinan MPR RI untuk menyampaikan undangan Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPD dan DPR RI pada 14 Agustus besok hari Jumat," kata Siti.

Siti juga menyebut Jokowi menjadi salah satu mantan presiden yang diundang dalam agenda tahunan tersebut. Menurutnya, MPR turut mengundang seluruh mantan presiden dan wakil presiden untuk menghadiri Sidang Tahunan.

"Semua diundang. Presiden terdahulu, Wapres terdahulu, semua diundang untuk acara sidang tahunan," tuturnya.

Selain memastikan kehadirannya dalam agenda kenegaraan, Jokowi turut menanggapi isu yang belakangan muncul terkait hubungan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Spekulasi keretakan hubungan keduanya mencuat setelah posisi duduk Gibran dalam Sidang Kabinet pada 20 Juli 2026 menjadi sorotan.

Jokowi membantah adanya persoalan antara Prabowo dan Gibran. Ia menegaskan hubungan Presiden dan Wakil Presiden tersebut tetap berjalan baik.

"Ya baik-baik saja (hubungan Gibran dan Prabowo). Baik-baik saja," kata Jokowi.

Baca Juga: Soal Polemik Ijazah Jokowi, Megawati: Pencalonan dari Wali Kota hingga Presiden Bukan Salah PDIP

Terkait polemik posisi duduk Gibran, Jokowi meminta persoalan tersebut dilihat berdasarkan aturan yang berlaku. Ia menyinggung Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2010 tentang Keprotokolan yang mengatur kedudukan dalam acara kenegaraan.

"Secara kedudukan wakil presiden secara konstitusional jelas. Dan ada Undang-Undang Keprotokolan juga jelas semua. Diikuti aja," ujarnya.

Jokowi tidak memberikan jawaban lebih jauh ketika ditanya apakah posisi duduk Presiden dan Wakil Presiden dalam Sidang Kabinet harus dibuat sejajar. Ia hanya meminta publik membaca dan memahami aturan keprotokolan yang berlaku.

"Udah jelas semua. Ya coba dibaca aturannya," tutur Jokowi.

Dengan kepastian tersebut, Jokowi akan kembali hadir dalam rangkaian agenda kenegaraan pada bulan kemerdekaan. Kehadirannya sekaligus mempertemukan para pemimpin negara saat ini dengan para mantan presiden dan wakil presiden dalam momentum peringatan HUT ke-81 RI.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama