Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Presiden RI Prabowo Subianto menyiapkan skema tukar tambah bagi masyarakat yang ingin mengganti motor bensin dengan motor listrik nasional. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong peralihan kendaraan menuju energi yang lebih bersih.
Prabowo mengatakan masyarakat nantinya dapat menyerahkan motor konvensional yang dimiliki untuk mendapatkan motor listrik baru. Pemilik kendaraan hanya perlu membayar selisih harga sesuai skema yang disiapkan pemerintah.
"Tenang saja kita ada skema-skema nanti yang sudah terlanjur punya motor bensin nanti kita pikirkan bagaimana bisa tukar tambah. Kau setor motor yang lama, dapat motor baru, ya tambah dikit lah," ujar Prabowo di Peluncuran Motor Listrik Nasional (Molinas), Bekasi, Kamis (13/8).
Selain tukar tambah, pemerintah juga menyiapkan insentif pembiayaan untuk pembelian motor listrik nasional. Skema tersebut mencakup penurunan bunga cicilan hingga kemungkinan pembelian tanpa uang muka atau DP.
Prabowo menilai peralihan kendaraan berbahan bakar bensin menuju kendaraan listrik merupakan bagian dari perkembangan teknologi transportasi dunia. Ia mencontohkan kebijakan di Beijing, China, yang menerapkan carbon tax dan membatasi kendaraan berbahan bakar bensin di sejumlah wilayah.
Penggunaan motor listrik juga dinilai dapat menekan pengeluaran masyarakat untuk kebutuhan transportasi harian. Prabowo menyebut penghematan biaya operasionalnya bisa mencapai lebih dari separuh dibandingkan motor bensin.
"Penghematannya minimal 50 persen pengeluaran kalian untuk sehari-hari bergerak itu minimal 50 persen bahkan bisa sampai 70 persen di ujungnya," ucapnya.
CEO BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani sebelumnya juga mengungkapkan potensi pasar motor listrik Indonesia masih sangat besar. Namun, tingkat pembelian motor listrik saat ini masih rendah dibandingkan total penjualan sepeda motor nasional.
Rosan menyebut jumlah sepeda motor di Indonesia mencapai sekitar 140 juta unit. Setiap tahun, penjualan sepeda motor baru berada di kisaran 6 hingga 7 juta unit.
Di tengah besarnya pasar tersebut, pembelian motor listrik baru mencapai sekitar 60.000 hingga 70.000 unit per tahun. Danantara pun mendorong skema pembiayaan tanpa DP untuk meningkatkan minat masyarakat.
Pada Kamis (13/8), Prabowo meresmikan Ekosistem Motor Listrik Nasional atau Molinas di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA), Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Pemerintah menargetkan Molinas berkembang sebagai ekosistem kendaraan listrik nasional.
Ekosistem tersebut tidak hanya berfokus pada satu merek atau model kendaraan. Pengembangannya mencakup manufaktur, komponen, baterai, stasiun pengisian, battery swapping, pembiayaan, distribusi hingga layanan purnajual.
Baca Juga: Siap Tukar Tambah Motor Bensin dengan Motor Listrik? Pemerintah Bakal Atur Skemanya
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan PT Len Industri akan berperan sebagai lead integrator dalam pengembangan ekosistem tersebut. Perusahaan itu akan mengoordinasikan kolaborasi berbagai pihak yang terlibat dalam pengembangan Molinas.
"Ekosistem tersebut akan mencakup pengembangan industri dan manufaktur, komponen dan baterai, infrastruktur charging dan battery swapping, pembiayaan, distribusi, layanan purnajual, hingga penguatan penyerapan pasar," ujar Prasetyo.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: