Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Prabowo Imbau Tinggalkan Motor Bensin, Klaim Motor Listrik Bisa Hemat hingga 70%

Prabowo Imbau Tinggalkan Motor Bensin, Klaim Motor Listrik Bisa Hemat hingga 70% Kredit Foto: Istihanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto mendorong masyarakat yang masih menggunakan sepeda motor berbahan bakar bensin untuk mulai mempertimbangkan kendaraan listrik. Menurutnya, penggunaan motor listrik dapat menekan biaya mobilitas harian secara signifikan.

Hal itu disampaikan Prabowo saat meresmikan ekosistem motor listrik nasional. Salah satu perusahaan yang terlibat dalam pengembangan tersebut adalah PT Ilectra Motor Group atau Alva, perusahaan di bawah naungan PT Indika Energy Tbk.

Dalam acara tersebut, Prabowo mengapresiasi capaian produksi Alva yang telah mencapai 20.000 unit motor listrik di Indonesia. Ia bahkan menyatakan siap kembali hadir jika produksi kendaraan listrik tersebut terus meningkat.

"Hari ini launching, hari ini saya tanda tangani, karena hari ini kelompok Indika telah berhasil produksi 20.000 motor. Saya bilang ke kelompok Indika, kalau kalian nanti mencapai 200.000 saya datang lagi. 2 juta saya datang lagi," ujar Prabowo dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden.

Prabowo kemudian menyoroti perbedaan biaya penggunaan antara motor listrik dan motor konvensional. Berdasarkan perhitungan pemerintah, kendaraan listrik dinilai menawarkan ongkos operasional yang lebih rendah.

Ia menyebut penghematan biaya untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari dapat mencapai sedikitnya 50%. Bahkan, dalam kondisi tertentu, penghematannya disebut bisa menyentuh 70%.

"Jadi nanti kalau masih ada yang pakai motor bensin ya rasain sendiri. Tadi kita hitung memakai motor listrik dibandingkan motor bensin penghematannya minimal 50 persen, pengeluaran kalian untuk sehari-hari bergerak minimal 50 persen. Bahkan bisa sampai 70 persen di ujungnya," kata Prabowo.

Selain biaya operasional yang lebih rendah, pemerintah juga tengah menyiapkan sejumlah kemudahan agar masyarakat lebih mudah beralih ke motor listrik. Salah satu skema yang disebut Prabowo adalah pembelian motor listrik tanpa uang muka, disertai penurunan bunga cicilan.

Meski demikian, pemerintah belum menjelaskan secara rinci mekanisme maupun bentuk insentif tersebut.

Prabowo juga mengingatkan bahwa penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil berpotensi menghadapi pembatasan seiring semakin kuatnya kebijakan pengurangan emisi di berbagai negara.

Ia mencontohkan Beijing, China, yang telah menerapkan pembatasan terhadap sepeda motor berbahan bakar bensin di wilayah tertentu.

Baca Juga: Pupuk Indonesia Genjot Keuntungan 252,8% Usai Prabowo Pangkas 145 Aturan

Baca Juga: Prabowo Klaim Ketahanan Pangan Indonesia Aman di Tengah Ancaman El Nino

"Nanti mungkin karena ini sudah kebutuhan dunia karena namanya carbon tax, di Beijing nggak bisa motor bensin masuk. Jadi ini warning saja buat yang masih nekat gandrung dengan motor bensin," ujarnya.

Menurut Prabowo, pemerintah telah menyiapkan arah kebijakan untuk mendorong peralihan dari motor bensin menuju kendaraan listrik. Namun, detail mengenai skema perpindahan tersebut masih belum disampaikan kepada publik.

Dalam acara peresmian itu, pemerintah juga memperlihatkan salah satu motor yang disebut sebagai produk motor listrik nasional. Model tersebut bernama Cakra NX1 dan memiliki desain yang sekilas menyerupai Alva N3.

Pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperbesar kapasitas industri dalam negeri, sekaligus mendorong masyarakat menggunakan kendaraan dengan biaya operasional yang lebih rendah.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Dwi Aditya Putra