Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Komeng Sentil Eksekusi MBG, Berharap Sudaryono Bisa Bikin Program Prabowo Lebih Baik

Komeng Sentil Eksekusi MBG, Berharap Sudaryono Bisa Bikin Program Prabowo Lebih Baik Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Warta Ekonomi, Jakarta -

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Alfiansyah Komeng menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto memiliki tujuan yang baik. Namun, menurut Komeng, persoalan justru muncul pada pelaksanaan program tersebut di lapangan.

Komeng berharap masuknya Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dapat membawa perbaikan dalam pelaksanaan MBG. Ia menilai program yang bagus tetap membutuhkan orang-orang yang mampu menjalankannya dengan baik agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

"Sebenernya semua program presiden itu bagus cuma yang kerjanya aja pada nggak bener. Makanya mudah-mudahan yang sekarang, pak Dar ya? Mudah-mudahan bagus," kata Komeng saat ditemui di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Menurut Komeng, MBG tetap layak dilanjutkan karena program tersebut menyasar persoalan penting terkait pemenuhan gizi masyarakat. Ia juga menyebut Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sebagai program pemerintah yang memiliki tujuan baik.

"Karena memang MBG bagus, Kopdes juga bagus, apalagi Komeng," ujar Komeng dengan gaya khasnya.

Pernyataan Komeng tersebut disampaikan setelah Presiden Prabowo menegaskan kembali komitmennya untuk melanjutkan program MBG dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta.

Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti persoalan stunting yang masih dialami anak-anak Indonesia. Menurutnya, kondisi tersebut dapat memengaruhi perkembangan otak dan pertumbuhan tulang sehingga berdampak terhadap kualitas sumber daya manusia.

Prabowo bahkan menggambarkan dampak stunting terhadap kemampuan anak di masa depan. Ia menilai kondisi tersebut dapat membuat seorang anak kesulitan mencapai kemampuan fisik dan kognitif yang dibutuhkan ketika memasuki dunia kerja.

Karena itu, pemerintah berencana mempertahankan MBG sembari melakukan berbagai perbaikan. Prabowo menekankan program tersebut harus dijalankan secara lebih efisien sekaligus diawasi agar anggaran dan manfaatnya tidak disalahgunakan.

"Saya bertekad teruskan MBG tapi dengan perbaikan, dengan efisiensi," tegas Prabowo dalam pidatonya.

Presiden juga memberikan peringatan keras kepada pihak yang mencoba mengambil keuntungan pribadi dari program tersebut. Ia menilai korupsi terhadap anggaran yang diperuntukkan bagi pemenuhan gizi anak merupakan tindakan yang sangat serius.

Baca Juga: 'Biadab!' Prabowo Murka soal Korupsi MBG: Ambil Untung dari Makanan Anak Disebut Tak Punya Kemanusiaan

"Saya menilai mereka yang mau korupsi dari makan untuk anak-anak ini adalah orang orang biadab, tidak pantas kita hormati. Menurut saya ini sudah sama sekali tidak ada nilai kemanusiaan," ujar Prabowo.

Dengan adanya pergantian pimpinan BGN, harapan terhadap perbaikan tata kelola MBG kembali mencuat. Sorotan Komeng menunjukkan bahwa keberlanjutan program bukan hanya bergantung pada keputusan pemerintah untuk mempertahankannya, tetapi juga pada kemampuan pelaksana memastikan program berjalan tepat sasaran.

Di sisi lain, penegasan Prabowo menunjukkan pemerintah masih menempatkan MBG sebagai salah satu instrumen penting untuk menangani persoalan gizi anak. Tantangan berikutnya adalah memastikan perbaikan eksekusi dan pengawasan benar-benar berjalan agar tujuan program tidak terganggu oleh persoalan di lapangan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama