Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Heboh! Rocky Gerung Ungkap Gibran Langgar Kesepakatan Pribadi, Apa Isinya?

Heboh! Rocky Gerung Ungkap Gibran Langgar Kesepakatan Pribadi, Apa Isinya? Kredit Foto: Instagram Rocky Gerung Official
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengamat politik Rocky Gerung mengungkapkan adanya perjanjian pribadi dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang semestinya tidak disampaikan ke publik.

Rocky menyebut Gibran pernah datang ke rumahnya untuk belajar politik. Keduanya sepakat agar hal itu tidak diumumkan, namun Gibran justru membocorkannya.

"Dia datang ke rumah gue buat.belajar politiklah. Ada dia pernah bilang tuh, "Saya datang ke rumah om Rocky buat belajar politik." Padahal perjanjiannya jangan bocorin. Dibocorin," ujar Rocky dalam kanal YouTube Hendri Satrio Official, dikutip Jumat (14/8).

Pernyataan tersebut disampaikan Rocky saat membahas posisi duduk Gibran yang tidak lagi berada di samping Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (20/7/2026). Dalam acara itu, Gibran duduk sejajar dengan para Menteri Koordinator.

Menurut Rocky, Gibran kemungkinan besar tidak lagi ingin menjabat sebagai pendamping Prabowo.

"Masa tanya pada Prabowo tanya pada Gibran, "Lu masih mau jadi wapres enggak?" Pasti dia bilang enggak," ujarnya.

Ia menilai Gibran kini memiliki ambisi lebih besar. "Karena dia mau jadi presiden," imbuhnya.

Sebagai informasi, posisi duduk Gibran saat itu memicu berbagai spekulasi terkait hubungan antara dirinya dan Prabowo yang dinilai tidak lagi sejalan.

Baca Juga: Heboh! Hendri Satrio Tantang Publik: Ada yang Pernah Satu SMA dengan Gibran?

Namun, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberikan klarifikasi resmi. Ia menegaskan bahwa perubahan tata letak meja sidang murni karena kebutuhan teknis operasional, bukan karena adanya keretakan politik.

"Kalau saudara-saudara kemarin perhatikan adalah bapak presiden berada di tengah-tengah. Dan kalau yang dipertanyakan adalah posisi dari bapak wakil presiden, kalau menurut kami ini hanya masalah kebutuhan teknis semata, tidak ada hal-hal lain yang mungkin perlu dikhawatirkan," ujar Prasetyo.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya