Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Prabowo Resmi Umumkan Lokasi PFII Berlokasi di Jakarta dan Bali

Prabowo Resmi Umumkan Lokasi PFII Berlokasi di Jakarta dan Bali Kredit Foto: BPMI Setpres
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana pembangunan Indonesia Financial Center atau Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) di Jakarta dan Bali.

PFII nantinya akan menjadi wajah baru Jakarta dan Bali sebagai pusat keuangan, investasi, teknologi finansial, arbitrase, serta penyelesaian sengketa komersial berstandar dunia.

"Kita telah tentukan lokasi PFII di Jakarta, dan juga di Bali," kata Prabowo, dalam pidatonya di DPR, Jumat (14/8/2026).

Prabowo menjelaskan, PFII akan memiliki sejumlah kelembagaan yang mendukung ekosistem pusat keuangan internasional. Struktur tersebut terdiri atas Dewan Pertimbangan, Dewan PFII, Lembaga Pengelola PFII, Lembaga Pengawas Jasa Keuangan PFII, Pengadilan PFII di bawah Mahkamah Agung, serta Lembaga Arbitrase PFII.

Dalam PFII, bahasa Inggris dapat digunakan sebagai bahasa kontrak. Selain itu, prinsip hukum komersial dan standar internasional dapat diadopsi untuk mendukung kepastian hukum bagi pelaku usaha dan investor.

PFII juga membuka peluang bagi hakim ad hoc yang berasal dari talenta hukum terbaik Indonesia maupun dunia. Adapun kegiatan yang dapat dilakukan di kawasan tersebut mencakup perbankan, asuransi, pasar modal, derivatif, bursa karbon, bullion, fintech, keuangan syariah, family office, treasury center, hingga manajemen investasi.

Untuk menarik investasi global, PFII akan menyediakan kepastian transfer dan repatriasi modal serta laba. Pemerintah juga menyiapkan fasilitas perpajakan bagi kegiatan yang memenuhi syarat, golden visa, serta pelayanan perizinan yang kompetitif.

Meski memberikan berbagai kemudahan, Prabowo menegaskan PFII tetap menerapkan prinsip tata kelola dan kepatuhan internasional. Aturan antipencucian uang, transparansi pemilik manfaat, kewajiban perpajakan, serta pertukaran informasi internasional tetap ditegakkan.

Baca Juga: PFII dan Ambisi Investasi Rp500 Triliun: Jangan Sampai Jadi Arena Regulatory Arbitrage

Baca Juga: Bali Dilirik Jadi Markas PFII, Menko Airlangga: Tunggu Pengumuman Presiden

"Kita membangun PFII agar modal dunia menemukan kepastian di Indonesia, talenta terbaik bekerja di Indonesia, dan transaksi atas kekayaan Indonesia diselesaikan di Indonesia," ungkap dia..

Menurut Prabowo, Jakarta dan Bali diharapkan menjadi pintu masuk bagi penghimpunan modal global sekaligus pusat pembiayaan bagi pembangunan dan masa depan Indonesia.

"Untuk awalnya Jakarta dan Bali harus menjadi tempat modal dunia dihimpun dan masa depan Indonesia dibiayai," tegasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra