Kredit Foto: Donggi Senoro LNG
PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) mencatat penghematan sebesar Rp7,8 miliar per tahun melalui program optimalisasi pengelolaan gas suar (flare gas) di fasilitas kilang LNG Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Penghematan ini diraih usai perusahaan melakukan modifikasi Voting Logic System pada sistem proteksi vibrasi kompresor propan guna mencegah trip dan penghentian operasi tidak direncanakan (unplanned shutdown).
“Dengan mencegah terjadinya trip, kami berhasil mencegah terbakarnya sebesar 50 million scaf gas yang jika dikonversi dengan uang, kami berhasil melakukan penghematan sebesar Rp7,8 miliar per tahun,” kata Process Engineer PT Donggi Senoro LNG, Indah Fajarina Dewi, di Banggai, Senin (17/8/2026).
Indah menjelaskan, inovasi ini dilatarbelakangi oleh tiga kali insiden trip sepanjang periode 2021 hingga 2022. Kejadian tersebut disebabkan oleh vibrasi spurious—yakni pembacaan sinyal palsu yang tidak mencerminkan kondisi vibrasi aktual mesin—sehingga memicu kompresor terhenti secara mendadak.
“Dampak dari unplanned shutdown-nya, kami harus membakar 50 million scaf gas yang mengakibatkan kami kehilangan produksi LNG, juga meningkatnya emisi ke lingkungan,” ujarnya.
Merespons kendala tersebut, tim teknis DSLNG melakukan kajian engineering dan analisis risiko komprehensif. Konfigurasi baru yang diterapkan terbukti memiliki keandalan lebih tinggi dalam menekan spurious trip, tanpa mengubah standar kelas risiko keselamatan sistem.
Langkah modifikasi ini memberikan dampak signifikan terhadap penurunan emisi operasional. Pada 2025, DSLNG mencatat penurunan volume pembakaran gas flare hingga 62 persen, sementara intensitas pembakaran gas flare nonrutin menyusut 64 persen. Akumulasi penurunan intensitas pembakaran gas suar perusahaan secara keseluruhan bahkan telah mencapai 58 persen sejak 2022.
Baca Juga: DSLNG Perkuat Konservasi Maleo, BKSDA Pastikan Kondisi Satwa Tetap Prima
Baca Juga: Momen Kapal Maleo Angkut LNG Donggi Senoro ke Jepang
“Dan ini juga dari dampak lingkungannya, kami berhasil mencegah terjadinya emisi sebesar 2.641 ton CO2 ekuivalen per tahun,” tambah Indah.
Ia menegaskan bahwa program optimalisasi ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menjaga efisiensi operasional sekaligus kelestarian lingkungan sekitar kilang.
“Jadi pengelolaan gas flare di PT Donggi Senoro LNG bukan hanya sekadar mengurangi jumlah gas flare yang kami bakar, tapi bagaimana kami melakukan improvisasi untuk meningkatkan keandalan dari peralatan, memastikan keamanan, dan juga mengurangi dampak lingkungan,” tutup Indah.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: