Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kontrak LNG Berakhir 2027, Donggi Senoro Mulai Jajaki Pasar Baru

Kontrak LNG Berakhir 2027, Donggi Senoro Mulai Jajaki Pasar Baru Kredit Foto: Donggi Senoro LNG
Warta Ekonomi, Banggai -

PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) mulai menyusun strategi pemasaran LNG untuk periode berikutnya seiring akan berakhirnya kontrak jangka panjang dengan pembeli eksisting pada Desember 2027.

Sejumlah pembeli jangka panjang DSLNG saat ini berasal dari perusahaan energi asal Jepang dan Korea Selatan, yakni JERA, Kyushu Electric Power Co., Inc., serta Korea Gas Corporation (KOGAS).

Plant Deputy General Manager PT Donggi Senoro LNG, Sugianto Darsani, mengatakan pembahasan mengenai rencana penjualan LNG pasca berakhirnya kontrak telah mulai dilakukan. Perusahaan menargetkan memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai arah kerja sama baru pada Desember tahun ini.

“Pembahasannya sudah ada, sudah ada gambarannya di Desember tahun ini,” ujar Sugianto saat ditemui di fasilitas kilang DSLNG, Banggai, Sulawesi Tengah, dikutip Kamis (20/8/2026).

Menurutnya, DSLNG masih membuka berbagai opsi dalam strategi pemasaran LNG ke depan. Selain mempertimbangkan perpanjangan kontrak dengan pembeli yang sudah ada, perusahaan juga tidak menutup kemungkinan menjajaki pasar baru.

“Bisa existing buyer, bisa nambah, bisa yang lain juga nanti tergantung. Yang penting buyernya ada,” katanya.

Saat ini, DSLNG memiliki kapasitas pengolahan LNG sebesar 2,1 juta ton per tahun (MTPA) dengan kapasitas pengolahan gas mencapai 335 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Pasokan gas tersebut berasal dari sejumlah lapangan produksi. Lapangan Senoro menjadi pemasok utama dengan kontribusi sekitar 317 MMSCFD yang dikelola melalui Joint Operating Body (JOB) yang terdiri atas PT Pertamina Hulu Energi Tomori Sulawesi, PT Medco E&P Tomori Sulawesi, dan Tomori E&P Ltd.

Sementara itu, pasokan dari Lapangan Donggi dan Matindok mencapai sekitar 85 MMSCFD. Gas tersebut dikelola oleh PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi (Pertamina EP) melalui Proyek Pengembangan Gas Matindok.

Peluang Tambah Kapasitas Kilang

Seiring adanya potensi tambahan sumber gas baru dari lapangan pemasok DSLNG, perusahaan melihat peluang untuk meningkatkan kapasitas pengolahan kilang di masa mendatang.

Tambahan pasokan gas tersebut diperkirakan mencapai sekitar 100 MMSCFD. 

“Tidak seluruhnya perlu satu train baru. Ada peralatan kita yang masih mampu. Yang dibutuhkan nanti penambahan tangki dan kompresor,” jelas Sugianto.

Menurutnya, pendekatan tersebut dinilai lebih efisien karena sejumlah fasilitas utama di kilang masih memiliki kapasitas yang memadai, termasuk unit dehidrasi yang berfungsi mengurangi kadar air dalam gas sebelum proses pengolahan dibanding menambah train baru. 

Baca Juga: Kebutuhan LNG Domestik Naik, DSLNG Alokasikan 15 Kargo untuk PGN pada 2026

Baca Juga: DSLNG Perkuat Konservasi Maleo, BKSDA Pastikan Kondisi Satwa Tetap Prima

Meski demikian, rencana peningkatan kapasitas tetap bergantung pada kepastian pasokan gas. Tambahan alokasi gas tersebut masih menunggu keputusan pemerintah terkait pembagian gas dari sumber yang tersedia.

Sugianto memperkirakan proses penetapan alokasi gas baru akan berlangsung pada 2028.

“2028 itu pembagian gasnya kan belum dari pemerintah. Jadi kalau memang nanti dinaikkan, kemudian naik 100 atau 70 dari yang sekarang, kita siap,” tutupnya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra