Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Petrokimia Gresik Sebut Produktivitas Cabai Rawit Naik hingga 15% Lewat Program Pestani

Petrokimia Gresik Sebut Produktivitas Cabai Rawit Naik hingga 15% Lewat Program Pestani Kredit Foto: Petrokimia Gresik
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Petrokimia Gresik, anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), mengklaim program Pestani Rawit Groo Festival mampu meningkatkan produktivitas cabai rawit hingga 15% melalui penerapan pemupukan berimbang, praktik budidaya yang tepat, dan pemanfaatan teknologi berbasis artificial intelligence (AI). Peningkatan produktivitas tersebut dinilai penting untuk memperkuat pasokan cabai nasional mengingat Jawa Timur menyumbang sekitar 35% produksi cabai rawit nasional.

Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo, mengatakan hasil tersebut diperoleh dari demonstration plot (demplot) yang menjadi bagian dari program Pestani Rawit Groo Festival. Produktivitas panen pada lahan percontohan mencapai 11,5 ton per hektare, meningkat sekitar 13-15% dibandingkan produktivitas sebelumnya yang berada di kisaran 10 ton per hektare.

"Kami ingin mendorong petani cabai rawit di Jawa Timur untuk terus meningkatkan hasil panen melalui pemupukan berimbang, pemanfaatan teknologi, dan praktik budidaya yang tepat, sehingga hasil panen semakin baik dan usaha tani semakin menguntungkan. Komitmen ini kami wujudkan melalui Pestani Rawit Groo Festival," ujar Adityo dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Ia menjelaskan, Jawa Timur memiliki peran strategis sebagai sentra produksi cabai rawit nasional dengan total produksi lebih dari 600 ribu ton atau sekitar 35% dari produksi nasional. Karena itu, peningkatan produktivitas menjadi salah satu upaya menjaga stabilitas pasokan sekaligus mendukung ketahanan pangan.

Program Pestani Rawit Groo Festival diikuti 270 petani dari Kabupaten Malang, Kediri, Mojokerto, Blitar, dan Probolinggo. Para peserta menerapkan paket budidaya yang telah disusun Petrokimia Gresik sejak masa tanam hingga panen di lahan masing-masing.

Dalam kategori Groo Field Creation, penilaian dilakukan berdasarkan total bobot 54 buah cabai rawit, dengan komposisi penilaian 80% berasal dari berat hasil panen dan 20% dari dokumentasi proses budidaya. Angka 54 dipilih sebagai simbol peringatan Hari Ulang Tahun ke-54 Petrokimia Gresik.

Selain kompetisi di lahan, perusahaan juga menyelenggarakan Groo Plant Creator yang melibatkan 270 pegiat urban farming dari 27 provinsi. Para peserta membagikan pengalaman budidaya cabai melalui media sosial. Program tersebut diperkuat melalui Groo Plant Partner yang melibatkan 54 influencer, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperluas edukasi pertanian kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Secara keseluruhan, Groo Festival melibatkan 540 peserta yang terdiri atas petani dan pegiat urban farming dari berbagai daerah di Indonesia.

"Kompetisi ini tidak hanya mencari petani dengan hasil panen terbaik, tetapi juga mendorong peserta untuk belajar dan membuktikan langsung penerapan budidaya yang lebih terarah di lahan masing-masing. Kami berharap praktik budidaya yang mampu memberikan hasil optimal ini dapat diduplikasi oleh petani lain di Jawa Timur, sehingga manfaat program semakin luas," kata Adityo.

Dalam program tersebut, Petrokimia Gresik juga memperkenalkan pendekatan pertanian berbasis teknologi dan data melalui aplikasi AgrooFertile. Aplikasi tersebut mengintegrasikan teknologi AI, layanan agronomi, dan basis data untuk membantu petani menentukan strategi budidaya yang lebih tepat. Perusahaan juga menyediakan Buku Kesuburan Tanahsebagai panduan memahami kondisi tanah, pelaksanaan uji tanah, hingga penerapan pemupukan berimbang.

"Kami ingin teknologi hadir bukan sekadar sebagai alat, tetapi menjadi solusi yang benar-benar membantu petani mengambil keputusan, mengelola lahannya dengan lebih baik, dan menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi," ujar Adityo.

Kepala Bidang Tanaman Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Pudjiati Ningsih, berharap semakin banyak petani memanfaatkan program tersebut karena dinilai mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kualitas hasil panen.

"Saya berharap kegiatan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menjaga ketahanan pangan. Melalui program ini kita bisa menjaga produktivitas dan kualitas cabai rawit," ujarnya.

Baca Juga: Petrokimia Gresik Bawa Inovasi Pertanian Indonesia ke PBB usai Raih Penghargaan Tertinggi

Baca Juga: Chandra Asri Group Raup Pendapatan US$5,3 Miliar, Diversifikasi Bisnis Redam Tekanan Petrokimia

Hingga Juni 2026, Program Pestani telah menjangkau 782 petani di 14 kabupaten melalui pengembangan komoditas semangka, melon, bawang merah, dan cabai rawit.

"Pestani kami hadirkan untuk mendampingi petani dari lahan, bukan hanya dari ruang diskusi, karena kami percaya produktivitas harus dibuktikan melalui praktik nyata. Ketika pengetahuan, teknologi, dan semangat petani bertemu di satu lahan, kami yakin akan lahir pertanian Jawa Timur yang semakin produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan," pungkas Adityo.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri

Tag Terkait: