Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Mau Punya Mobil di Singapura? Siapkan Rp1,7 Miliar Sebelum Beli Mobil

Mau Punya Mobil di Singapura? Siapkan Rp1,7 Miliar Sebelum Beli Mobil Kredit Foto: Reuters/Edgar Su
Warta Ekonomi, Jakarta -

Punya mobil di Singapura bukan perkara sekadar membeli kendaraan. Sebelum membawa mobil baru ke jalan, calon pemilik harus lebih dulu mengantongi Certificate of Entitlement (COE), sertifikat yang memberi hak untuk memiliki dan menggunakan kendaraan selama 10 tahun.

Masalahnya, harga COE kini sudah sangat mahal. Dalam lelang pertama Agustus 2026 yang ditutup pada 5 Agustus, COE untuk mobil kategori A mencapai 123.890 dolar Singapura atau sekitar Rp1,7 miliar (Rp14.000 per dolar Singapura).

Angka tersebut bahkan belum termasuk harga mobilnya. Data resmi Land Transport Authority (LTA) menunjukkan terdapat 1.522 penawaran untuk 1.226 kuota di kategori ini.

Kategori A sendiri diperuntukkan bagi mobil non-listrik dengan kapasitas mesin hingga 1.600 cc dan tenaga maksimal 97 kW atau 130 hp. Untuk mobil listrik penuh, batasnya adalah tenaga maksimal 110 kW atau 147 hp.

Harga COE memang bisa berubah setiap dua kali lelang dalam sebulan. Namun dalam beberapa tahun terakhir, nilainya bertahan di level yang sangat tinggi.

Pada lelang kedua Juli 2026 saja, COE kategori A sempat berada di angka 126.000 dolar Singapura. Sedangkan kategori B, yang berlaku untuk mobil dengan spesifikasi lebih tinggi, mencapai 129.890 dolar Singapura.

Bukan sekadar sertifikat

Sistem COE menjadi salah satu cara Singapura mengendalikan jumlah kendaraan di jalan. Pemerintah menetapkan kuota kendaraan, kemudian calon pemilik harus bersaing melalui lelang untuk mendapatkan hak tersebut.

Artinya, harga mobil yang terlihat di diler bukanlah satu-satunya biaya yang harus disiapkan.

Selain COE, pemilik juga masih berhadapan dengan biaya registrasi dan pajak kendaraan. Struktur pajak Singapura mengenakan Additional Registration Fee (ARF) berdasarkan nilai kendaraan atau Open Market Value (OMV), dengan tarif yang semakin tinggi untuk kendaraan bernilai lebih mahal.

Tak heran jika harga mobil di Singapura bisa terlihat sangat fantastis dibandingkan negara lain.

Bahkan untuk mobil kecil sekalipun, pembeli harus memperhitungkan biaya COE yang nilainya sudah menembus miliaran rupiah. Jika memilih mobil dengan spesifikasi lebih tinggi, biaya sertifikatnya juga ikut naik.

Pada Agustus 2026, COE kategori B mencapai 129.910 dolar Singapura atau sekitar Rp1,8 miliar. Kategori ini berlaku untuk mobil bermesin di atas 1.600 cc atau bertenaga lebih dari 97 kW, serta mobil listrik dengan tenaga di atas 110 kW.

Baca Juga: Ini Daftar 10 Mobil Hybrid Paling Laris di Indonesia pada Juli 2026

Baca Juga: Prabowo Bentuk DDMF, Dana Danantara Siap Biayai Mobil Nasional hingga Giant Sea Wall

Baca Juga: Bahlil 'Haramkan' Orang Kaya Bermobil Mewah Pakai Pertalite, Kalau Motor?

Sementara itu, COE kategori E yang terbuka untuk hampir semua jenis kendaraan selain sepeda motor mencapai 131.000 dolar Singapura. Untuk sepeda motor, COE kategori D berada jauh lebih rendah di angka 10.503 dolar Singapura.

Mobil Dapat Digunakan Selama 10 Tahun

Ada hal lain yang membuat kepemilikan mobil di Singapura berbeda dengan Indonesia. COE pada dasarnya memberikan hak penggunaan kendaraan selama 10 tahun.

Setelah masa tersebut berakhir, pemilik harus menentukan langkah berikutnya, termasuk memperpanjang hak kepemilikan dengan membayar Prevailing Quota Premium (PQP) atau menderegistrasikan kendaraannya sesuai aturan yang berlaku.

Sistem ini membuat mobil di Singapura bukan sekadar barang yang dibeli lalu digunakan selama mungkin. Ada batas waktu yang melekat sejak awal kepemilikan.

Di sisi lain, tingginya biaya tersebut tidak serta-merta membuat masyarakat berhenti membeli mobil. Pada lelang pertama Agustus, jumlah penawaran Kategori A tetap lebih banyak dibandingkan kuota yang tersedia. Dari 1.522 penawaran, sebanyak 1.220 berhasil mendapatkan COE.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa meski biaya kepemilikan mobil sangat tinggi, permintaannya masih tetap ada.

Dengan kombinasi kuota kendaraan yang terbatas dan permintaan yang kuat, harga COE pun bisa bertahan di level tinggi. Pada akhirnya, bagi masyarakat Singapura, membeli mobil bukan hanya soal memilih merek dan model, tetapi juga menyiapkan dana besar untuk mendapatkan hak menggunakannya di jalan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ilham Nurul Karim
Editor: Dian Ihsan