Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pengakuan Dedi Mulyadi Soal Ikut Geng Singapura, Solo, Bandung: Sangat Menekuni, Bahkan Merintis SSB

Pengakuan Dedi Mulyadi Soal Ikut Geng Singapura, Solo, Bandung: Sangat Menekuni, Bahkan Merintis SSB Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi memberikan jawaban tak biasa ketika dikaitkan dengan isu jaringan Singapura, Solo, Bandung atau SSB. Tuduhan itu muncul dari Said Didu di Podcast Abraham Samad.

Dedi, alih-alih memberikan respons keras, justru memainkan singkatan tersebut dengan mengarahkannya pada dunia sepak bola. Ia mengaku memang sangat menekuni hal itu, bahkan menyebut dirinya telah merintisnya sejak lama.

Baca Juga: NTT dan Kalimantan Jadi Sorotan Anies Baswedan: Jangan Biarkan Warga Menghadapi Bencananya Sendirian

"SSB: Sekolah Sepak Bola Bandung. Bukan yang bapak maksud yaitu Singapura, Solo, Bandung. Saya makin enggak ngerti, Pak," ujar Dedi, dikutip Sabtu (22/8/2026).

Menurut Dedi, Said Didu sebagai profesional pada era dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ia kemudian menjadi oposisi pada masa pemerintahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Analisisnya tajam banget. Dia melihat saya itu masuk dalam kelompoknya SSB. Ini hebat analisisnya. Betul, Pak, saya ini memang orang yang saat ini sangat menekuni SSB. Bahkan dari dulu saya merintisnya," kata Dedi.

Adapun Dedi juga memberikan bantahan secara langsung terhadap dugaan keterkaitannya dengan Singapura. Ia mengatakan tidak pernah pergi ke negara itu dan mengaku tidak mengetahui hubungan dirinya dengan tokoh-tokoh pengusaha yang dimaksud.

"Singapura, saya enggak pernah ke Singapura. Kemudian tokoh-tokoh yang bapak maksud sebagai pengusaha hitam yang kemudian hari ini menjadi buron, saya enggak tahu, Pak, gimana itu ada hubungannya sama saya," ucapnya.

Dedi sendiri tidak mempersoalkan hak seseorang untuk membuat analisis mengenai dirinya. Ia hanya mengingatkan agar analisis tersebut memiliki dasar yang kuat.

"Tapi ya namanya analisis ya silakan saja dilakukan. Tetapi tentunya harus memiliki dasar-dasar pijakan yang memadai, tidak berbau fitnah," katanya.

Sebelumnya, Said Didu menyebut istilah terkait ketika berbicara dalam podcast bersama Abraham Samad. Ia menyatakan terdapat sebuah Singapura, Solo, dan Bandung atau SSB.

"Ada segitiga SSB: Singapura, Solo, Bandung," ujar Said Didu.

Ketika ditanya mengenai sumber informasi tersebut, ia menyebut informasi yang diperolehnya datang dari berbagai pihak. Ia juga mengklaim mendapatkan informasi dari kalangan internal.

Baca Juga: Pakar: Orasi Beberapa Menit Fatimah Azzahra Lebih Bertenaga daripada Pidato Berjam-jam Prabowo

"Ah, banyak sekali informasi saya yang sudah dapat sampai saat ini dipasok lihat sama kalangan-kalangan di dalam ya. Saya kan tiap hari muter aja ke mana-mana dapat informasi. Nah, dan tanda-tandanya sangat jelas," katanya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar