Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Saham Sponsor Persib, Bank BJB Turun Kasta di Indeks FTSE Russell

Saham Sponsor Persib, Bank BJB Turun Kasta di Indeks FTSE Russell Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Warta Ekonomi, Jakarta -

Saham perusahaan sponsor dari klub bola Persib Bandung, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) harus turun kasta dalam indeks FTSE Russell, yakni dari kategori Small Cap menjadi Micro Cap dalam review indeks September 2026.

Keputusan itu sudah diumumkan FTSE Russell pada Jumat (21/8/2026). Perubahan tersebut merupakan bagian dari perombakan komposisi indeks FTSE Russell untuk saham Indonesia. 

Dalam review kali ini, tidak ada saham baru yang masuk ke dalam indeks tersebut, seiring kebijakan freeze yang masih diberlakukan terhadap pasar Indonesia.

BJBR tidak turun sendiri ke Micro Cap, tapi ada saham BBYB, BTPS, BSDE, LPKR, LPPF, MNCN, PNLF, SMRA, dan SCMA.

Meski posisi di indeks global berubah, kinerja bisnis BJBR tetap menunjukkan perkembangan positif selama semester I-2026.

Hingga akhir Juni 2026, kinerja keuangan Bank BJB menunjukkan pertumbuhan yang cukup solid. Laba bersih perseroan mencapai Rp782,83 miliar, meningkat signifikan dibandingkan Rp492,94 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan laba tersebut didukung oleh pendapatan bunga dan syariah neto yang naik 9,05% menjadi Rp3,94 triliun, dari sebelumnya Rp3,61 triliun. Pada saat yang sama, perseroan mampu menekan beban bunga dan bagi hasil syariah sebesar 12,30% menjadi Rp4,27 triliun, dibandingkan Rp4,87 triliun pada semester I-2025.

Efisiensi juga terlihat dari pembayaran beban bunga yang turun 12,8% menjadi Rp4,02 triliun, dari Rp4,61 triliun pada tahun sebelumnya.

Dari sisi arus kas, Bank BJB mencatat perubahan yang cukup signifikan. Arus kas bersih dari aktivitas operasi berbalik menjadi positif Rp16,07 triliun, setelah pada periode yang sama tahun lalu mencatat defisit Rp2,21 triliun. Kenaikan tersebut antara lain ditopang oleh arus kas dari simpanan giro sebesar Rp9,01 triliun dan penerimaan transaksi repo efek senilai Rp10,38 triliun.

Baca Juga: FTSE Russell Depak SILO, Saham Milik Grup Lippo Turun Kasta

Baca Juga: BSDE Turun Kelas di FTSE Russell, dari Mid Cap ke Micro Cap

Baca Juga: Persib Kembali Disponsori Bank BJB, Bagaimana Kinerja Keuangannya?

Sementara itu, aktivitas investasi mencatat arus kas keluar bersih sebesar Rp3,98 triliun. Sebagian besar dana tersebut dialokasikan untuk penempatan pada instrumen surat berharga senilai Rp7,13 triliun.

Untuk aktivitas pendanaan, Bank BJB menggunakan kasnya untuk membayar kewajiban pinjaman sebesar Rp8,24 triliun. Perseroan juga membagikan dividen kas Rp900 miliar sepanjang semester I-2026, sedikit meningkat dibandingkan Rp896,9 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Berbagai pergerakan tersebut membuat posisi kas dan setara kas Bank BJB pada akhir Juni 2026 mencapai Rp28,36 triliun, naik 31,2% dari Rp21,61 triliun pada Juni 2025.

Dari sisi neraca, total aset perseroan juga meningkat menjadi Rp228,24 triliun, dari Rp221,34 triliun pada akhir 2025. Sementara itu, liabilitas tercatat Rp197,27 triliun dan ekuitas mencapai Rp19,76 triliun.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan