Kredit Foto: Bio Farma
Bio Farma Group mengerahkan sumber daya kesehatan untuk mendukung penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), termasuk menyalurkan 3.000 dosis Vaksin Tetanus Difteri (Td) bagi relawan dan masyarakat terdampak.
PT Bio Farma (Persero) bersama Kimia Farma Group dan Indofarma menyalurkan bantuan secara bertahap sejak 17 Agustus 2026. Bantuan tersebut masih terus disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak dan lokasi pengungsian.
Selain vaksin, Bio Farma Group menyalurkan obat-obatan, vitamin, alat kesehatan, perlengkapan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K), serta kebutuhan dasar. Bantuan juga mencakup hygiene kit, selimut, makanan dan minuman, susu, serta kebutuhan bayi dan balita seperti popok.
Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Shadiq Akasya mengatakan, respons tersebut dilakukan dengan mengintegrasikan sumber daya dan kapabilitas tiga entitas dalam menghadapi kondisi darurat.
“Dalam situasi bencana, kebutuhan masyarakat menjadi fokus respons kami. Bio Farma Group bergerak sebagai satu kesatuan dengan mengintegrasikan kapabilitas Bio Farma, Kimia Farma Group, dan Indofarma serta berkoordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait. Kami memastikan sumber daya kesehatan yang kami miliki dimanfaatkan secara tepat, relevan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat terdampak,” ujar Shadiq.
Penyaluran bantuan dikoordinasikan dengan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan, dinas kesehatan daerah di NTT, TNI Angkatan Udara, Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad), PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BPBD Provinsi NTT, serta jaringan Bio Farma Group di daerah.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk menyesuaikan bantuan dengan kebutuhan yang teridentifikasi di lapangan dan memperluas jangkauan distribusi kepada masyarakat terdampak.
Menurut Shadiq, integrasi antarentitas menjadi salah satu kekuatan Bio Farma Group karena masing-masing perusahaan memiliki kapabilitas yang saling melengkapi. Bio Farma memiliki kemampuan di bidang produk biologi dan vaksin, sementara Kimia Farma dan Indofarma memiliki kapabilitas pada produk farmasi, layanan kesehatan, distribusi, serta sumber daya pendukung lainnya.
“Dalam konteks kebencanaan, kapabilitas tersebut kami gerakkan secara terkoordinasi. Bukan sebagai respons yang berjalan sendiri-sendiri, melainkan sebagai satu kekuatan Bio Farma Group untuk menjawab kebutuhan masyarakat serta mendukung penanganan dan pemulihan yang lebih terpadu,” tambahnya.
Baca Juga: Jalankan Transformasi Bisnis, Bio Farma Raih Public Health Innovative Award 2026
Baca Juga: BNPB Bantah Ada Pemaksaan Tanda Tangan BAST Bantuan Gempa NTT
Baca Juga: PNM Salurkan Toren Air untuk Pengungsi Gempa NTT, Kapasitas 3.300 Liter
Bantuan kesehatan tersebut diberikan setelah gempa bumi melanda NTT pada 15 Agustus 2026. Penyaluran dilakukan secara bertahap melalui koordinasi dengan berbagai lembaga pemerintah dan pemangku kepentingan terkait.
Bio Farma Group menyatakan dukungan tersebut merupakan bagian dari pemanfaatan kapabilitas perusahaan untuk membantu penanganan dan pemulihan masyarakat di wilayah terdampak.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Annisa Nurfitri
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: