Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

176 Kali Water Bombing, Api Reda tapi Ancaman Gambut Masih Mengintai

176 Kali Water Bombing, Api Reda tapi Ancaman Gambut Masih Mengintai Kredit Foto: Rena Laila Wuri
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan perkembangan terbaru penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan. Ia menemukan lahan gambut di area non-kawasan yang berbatasan dengan hutan lindung masih mengeluarkan asap, meski api di permukaan sudah padam. Luas area terbakar diperkirakan mencapai 36 hektare.

Raja Juli menegaskan bara di dalam gambut bisa bertahan lama di bawah tanah dan berpotensi memicu kebakaran ulang jika tidak ditangani hingga ke lapisan bawah.

“Oleh karena itu pekerjaan ini harus dilakukan secara detail agar tidak ada muncul api lagi,” ujrnya, dikutip Senin (24/8).

Ia juga mengungkapkan jumlah titik panas di Kalsel sempat turun drastis dari 157 hotspot pada 21 Agustus menjadi hanya 11 titik pada Sabtu (22/8) malam. Namun sehari kemudian kembali naik menjadi 44 hotspot. Titik panas tersebut tersebar di Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dan Kabupaten Tapin.

Penurunan sebelumnya tak lepas dari operasi gabungan yang melibatkan Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, dan BNPB. Selain pemadaman darat, dilakukan juga operasi udara berupa water bombing sebanyak 176 kali dalam sehari.

“Sekali lagi efektif untuk menurunkan titik panas di Kalimantan Selatan ini,” kata Raja Juli.

Baca Juga: Singapura Resmi Persingkat Ibadah Salat Jumat Imbas Kabut Asap Karhutla Indonesia

Meski sempat menurun, Raja Juli mengingatkan agar kewaspadaan tidak kendor. Fenomena El Nino diperkirakan mencapai puncaknya pada September sehingga ancaman karhutla masih tinggi. Ia menegaskan masyarakat maupun perusahaan tidak boleh lagi membuka lahan dengan cara membakar.

“Jangan ada lagi petani, atau perusahaan yang melakukan land clearing dengan cara membakar,” pungkasnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

Tag Terkait: