Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali bergerak di zona hijau pada awal perdagangan Senin (24/8/2026). Penguatan ini melanjutkan tren positif setelah IHSG pada akhir pekan lalu berhasil kembali bertahan di atas level psikologis 6.500.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 09.00 WIB, IHSG naik 18,31 poin atau 0,28% ke level 6.544 dari posisi penutupan sebelumnya di 6.525,69.
Pada awal sesi, IHSG sempat menguat hingga 6.551 sebelum bergerak turun dan menyentuh level 6.518.
Sentimen positif juga terlihat dari pergerakan mayoritas saham. Sebanyak 264 saham tercatat menguat, sedangkan 64 saham melemah dan 336 saham lainnya bergerak stagnan.
Sementara itu, nilai transaksi yang tercatat pada awal perdagangan mencapai Rp187,08 miliar. Volume transaksi mencapai 349,88 juta saham dengan frekuensi perdagangan sebanyak 41.216 kali.
Berdasarkan riset hariannya Senin (24/8/2026), Phintraco Sekuritas menilai peluang kenaikan IHSG hari ini masih terbuka, selama IHSG mampu bertahan di atas level 6.500 yang menjadi titik pivot. Kondisi likuiditas domestik yang tetap kuat turut menjadi penopang pergerakan indeks.
Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan uang beredar dalam arti luas (M2) yang mencapai 8,3% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp10.371,1 triliun pada Juli 2026. Di tengah perlambatan pertumbuhan M2 dari 8,7% YoY pada Juni, penyaluran kredit justru meningkat hingga 13% (yoy).
Perkembangan tersebut memberikan sentimen positif bagi pasar saham domestik. Meski begitu, investor tetap perlu memperhatikan pergerakan rupiah dan berbagai sentimen dari pasar global.
"IHSG masih bertahan di atas level pivot 6.500, sehingga peluang penguatan tetap terbuka," tulis riset Phintraco Sekuritas.
Baca Juga: IHSG Berpeluang Kembali Menguat, Ini Sentimen yang Perlu Dicermati Investor
Baca Juga: IHSG Berpeluang Tembus 6.600 Pekan Depan, Level 6.500 Jadi Kunci
Baca Juga: Batas Minimum Harga Saham Jadi Rp1, Ini Alasan BEI
MNC Sekuritas melihat beberapa faktor masih akan menjadi penggerak IHSG pada awal pekan.
"Pelaku pasar terutama menunggu hasil Jackson Hole Symposium yang dapat memberikan gambaran mengenai arah kebijakan moneter Amerika Serikat," tulis riset dari MNC Sekuritas.
Selain itu, pergerakan harga komoditas, terutama emas dan minyak mentah, juga patut dicermati karena masih memiliki peluang untuk menguat.
"Rencana rebalancing indeks MSCI dan FTSE yang efektif pada September 2026 turut menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi arus dana dan pergerakan sejumlah saham di pasar Indonesia," ungkap MNC Sekuritas.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: