Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Anggaran MBG Rp15 Ribu, Dana BOS Cuma Rp3.000-Rp7.000, Mana Prioritas?

Anggaran MBG Rp15 Ribu, Dana BOS Cuma Rp3.000-Rp7.000, Mana Prioritas? Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Anggaran pendidikan 2027 yang mencapai Rp820,9 triliun kembali menjadi sorotan. Bukan hanya karena nilainya yang melonjak, tetapi juga lantaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat porsi besar dalam komponen anggaran tersebut.

Perbandingan biaya MBG dengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pun ikut memantik pertanyaan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam Kabinet Bayangan, Iman Zanatul Haeri, menyoroti perbedaan alokasi keduanya yang dinilai cukup mencolok.

“Seolah-olah anggaran pendidikan naik. Padahal ada yang nyempil. Apakah MBG punya fungsi pendidikan?” kata Iman Zanatul Haeri dalam keterangannya, dikutip Senin (24/8/2026).

Baca Juga: Pecat 137 Kepala Dapur MBG, Bos BGN: Saya Bukan Sok Galak

Menurut Iman, jumlah penerima manfaat MBG bahkan lebih besar dibandingkan sasaran siswa yang mendapatkan dana BOS. Data tersebut menjadi salah satu dasar perbandingan yang ia sampaikan ketika menyoroti anggaran pendidikan 2027.

“Sasaran siswa melalui dana BOS 54,2 juta anak. Sasaran MBG 60,6 juta orang,” ujarnya.

Iman kemudian menghitung besaran alokasi berdasarkan biaya satu porsi MBG yang mencapai Rp15 ribu per hari. Dengan asumsi 245 hari efektif, angka tersebut menghasilkan alokasi yang jauh lebih besar dibandingkan dana BOS yang diterima per hari.

“Kalau MBG per piring Rp15.000 per hari, maka jika dihitung per hari, anak SD-SMA mendapat alokasi Rp900 ribu-Rp1,6 juta per tahun dengan asumsi 245 hari efektif. Dari dana BOS, negara mengalokasikan hanya Rp3.000-Rp7.000 per hari,” ungkapnya.

Dari perbandingan itu, Iman mempertanyakan kembali kebijakan pemerintah dalam menentukan prioritas penggunaan anggaran pendidikan. 

“Dana BOS Rp3.000-Rp7.000 per hari, piring MBG Rp15.000 per hari. Mana prioritas?” lanjut dia.

Sorotan tersebut muncul setelah pemerintah mengumumkan anggaran pendidikan dalam RAPBN 2027 sebesar Rp820,9 triliun. Angka itu meningkat cukup besar dibandingkan anggaran pendidikan 2026 yang berada di angka Rp720,8 triliun.

Dana tersebut nantinya digunakan untuk membiayai berbagai program pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Namun, salah satu alokasi terbesar diperuntukkan program MBG yang mendapatkan anggaran Rp240 triliun.

Selain MBG, pemerintah juga menyiapkan anggaran untuk Program Indonesia Pintar (PIP) yang ditargetkan menjangkau 22,1 juta siswa. Sementara itu, Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) diproyeksikan memberikan manfaat kepada 1,1 juta mahasiswa.

Anggaran pendidikan juga diarahkan untuk memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan di berbagai daerah. Pembangunan Sekolah Unggulan Garuda (SUG) dan Sekolah Rakyat menjadi bagian dari agenda tersebut.

Pemerintah turut mempercepat revitalisasi gedung sekolah dan madrasah yang mengalami kerusakan. Peningkatan kualitas pembelajaran serta pemenuhan kebutuhan dasar peserta didik juga masuk dalam penggunaan anggaran.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri